Irjen Napoleon Bonaparte Goyang TikTok Usai Divonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Majelis hakim memvonis terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte 4 tahun penjara.

Majelis hakim dalam sidang pembacaan putusan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/3), Napoleon dinyatakan terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra melalui pengusaha Tommy Sumardi. Suap yang diterima sebesar SGD200 ribu dan USD270 ribu atau sekitar Rp6,1 miliar.

Baca Juga: Permohonan Jadi JC Ditolak, Brigjen Prasetijo Divonis 42 Bulan Penjara

Uniknya, meski divonis 4 tahun penjara Napoleon, masih bisa bercanda. Usai pembacaan putusan saat hendak dimintai tanggapan oleh awak media, Napoleon malah bercanda dan mengajak goyang TikTok. “Cukup ya. Enggak perlu saya goyang kan?” kata Napoleon di luar ruang sidang, Rabu (10/3).

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu majelis hakim dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Napoleon dinyatakan terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra melalui pengusaha Tommy Sumardi. Suap yang diterima sebesar SGD200 ribu dan USD270 ribu atau sekitar Rp6,1 miliar.

Persoalan yang menyeret Jenderal bintang dua itu ke meja hijau adalah penghapusan nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) di Imigrasi.

Baca Juga: Tuntut 4 Tahun Penjara, Jaksa Minta Tolak Permohonan Justice Colaborator Djoko Tjandra

Vonis Napoleon lebih berat dibandingkan tuntutan jaksa. Salah satu hal yang memberatkan vonis hakim karena Napoleon tidak bersikap kesatria.

Selain Napoleon, majelis hakim Pengadilan Tipikor juga telah memvonis Brigjen Pol Prasetijo Utomo dengan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan. (#)

Leave a Reply