Tujuh PNS Pemprov Sulsel Diperiksa KPK Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah terus bergulir. KPK memeriksa tujuh PNS Pemprov Sulsel.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — KPK mulai memanggil saksi-saksi dugaan kasus korupsi sejumlah proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah sebagai tersangka.

KPK hari ini, Jumat (12/3/2021) memanggil tujuh pegawai negeri sipil (PNS) di Pemprov Sulsel untuk diperiksa sebagai saksi.

Baca Juga: KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bersama Lima Orang

“Pemeriksaan saksi dugaan TPK (tindak pidana korupsi) perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 hari ini,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (12/3/2021). Saksi akan diperiksa KPK di Polda Sulsel.

Adapun tujuh saksi yang merupakan PNS Pemprov Sulsel itu di antaranya Herman Parudini, Ansar, Hizar, Suhasril, A Yusril Mallombasang, Asirah Massinai, dan Astrid Amirullah.

Baca Juga: Telusuri Dugaan Persekongkolan Politik, PDIP Belum Putuskan Status Nurdin Abdullah di Partai

Sebelumnya, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. Selain Nurdin, ada dua pihak lain yang ditetapkan menjadi tersangka. Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Sedangkan Agung Sucipto menjadi tersangka sebagai penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Baca Juga: Kasus Nurdin Abdullah, KPK Temukan Bukti Baru Rp1,4 M dan Ratusan Uang Asing

Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, di mana sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Firli mengatakan Agung diketahui berkomunikasi aktif dengan Edy Rahmat, yang disebut pula sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Komunikasi itu dijalin agar Agung kembali mendapatkan proyek di Sulsel untuk tahun ini.

Baca Juga: KPK Sita Dokumen Dugaan Korupsi Pengaturan Cukai di Bintan

Hingga akhirnya Nurdin Abdullah disebut sepakat memberikan pengerjaan sejumlah proyek, termasuk di Wisata Bira, untuk Agung. Firli mengatakan suap dari Agung untuk Nurdin diserahkan melalui Edy Rahmat.

“AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada NA (Nurdin Abdullah) melalui ER (Edy Rahmat),” sebut Firli dalam konferensi pers Minggu, (28/2) dini hari.

Baca Juga: Cegah Korupsi di Sulsel, Andi Sudirman Apresiasi Agenda Strategi Nasional KPK

Firli menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp 200 juta, Rp 1 miliar, dan Rp 2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp 5,4 miliar. Namun Firli tidak merinci nama kontraktor lainnya itu. (*)

2 thoughts on “Tujuh PNS Pemprov Sulsel Diperiksa KPK Terkait Kasus Nurdin Abdullah

  1. Pingback: KPK Awasi Ketat 5 Titik Rawan Korupsi di Sulsel, Djusman AR Mengapresiasi | Newsurban

  2. Pingback: KPK Panggil Plt Gubernur Sulsel dan Tiga Pihak Swasta Terkait Kasus NA | Newsurban

Leave a Reply