Hasanuddin Leo Soroti Pengelolaan Limbah di Kota Makassar

“Di Makassar, masih banyak rumah tangga yang belum punya jamban khususnya daerah pinggiran. Sehingga, perlu penanganan penuh pemerintah.” Anggota DPRD Makassar Hasanuddin Leo.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengatasi persoalan air limbah yang ada di masyarakat. Sebab, berdasarkan data masih banyak warga belum memiliki jamban.

Hal itu disampaikan Hasanuddin Leo saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2016 tentang pengelolaan air limbah domestik, di Hotel Phinisi Traveler, Jalan Lamadukelleng Buntu, Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga: Hasanuddin Leo Harap Perda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Disebarluaskan

“Di Makassar, masih banyak rumah tangga yang belum punya jamban khususnya daerah pinggiran. Sehingga, perlu penanganan penuh pemerintah,” tandas Hasanuddin Leo.

Meski saat ini pemerintah membangun proyek IPAL Losari, namun, kata Leo, warga belum mengetahui mekanisme pemasangan langsung ke rumah. Sehingga, hal ini menjadi tugas DPU Makassar tuntaskan persoalan air limbah.

“Saya minta DPU mengatasi persoalan air limbah ini. Sebab, masih ada konstituen saya yang mungkin bisa dibantu terkait septik tank atau apapun modelnya,” katanya.

Baca Juga: Hasanuddin Leo Sebut Perda PUG Jadikan Perempuan Sosok Penting dalam Pembangunan

“DPU bisa melakukan perencanaan dan pendataan secara komperhensif, urusan anggaran itu urusan kedua. Harapannya, IPAL Losari bisa terkoneksi ke rumah-rumah warga tanpa pembebanan biaya kepada masyarakat, karena sudah dapat dipastikan bahwa yang tidak punya jamban keluarga adalah mereka yg hidupnya kurang beruntung alias kurang mampu dan mereka punya hak untuk mendapatkan layanan dimaksud,” tambahnya,” tambahnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Imam Hud mengatakan, persoalan sanitasi bukan hal sepele dan itu menjadi perhatian pemerintah sehingga lahir sebuah regulasi. Saking pentingnya, penataan lingkungan sama dengan menata pemerintahan.

“Manusia kadang-kadang lupa, alam ini jangan diintervensi terlalu jauh. Sehingga benar, penyusunan penataan ruang itu harus bermuara pada ekologi,” tukas Imam.

Baca Juga: Pendidikan Hak Dasar, Hasanuddin Leo: Harus Ditata Dengan Baik

Dijelaskan Imam, Ekologi ini tidak hanya bicara manfaat hewani atau tumbuhan tetapi juga dampak ke manusia. Contohnya saja, kondisi pantai losari saat ini yang dinilai sudah tercemar lantaran adanya aktivitas penataan ruang.

“Dulu pantai losari indah sekali melihat matahari terbenam. Tetapi, saat ini tertutupi keindahan itu dengan bangunan,” ungkapnya. (*)