Jadi Perhatian Global, Kemenkes Telusuri Tiga Varian Baru Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meminta kepada Indonsia laporan hasil penelitian Indonesia terhadap mutasi tiga varian virus corona yang kini sedang dalam proses pemantauan global.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan timnya tengah menelusuri kemungkinan kemunculan tiga varian baru virus corona (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 di Indonesia.

Menurut Nadia, langkah itu dilakukan lantaran ada tiga mutasi virus corona yang kini sedang dalam proses pemantauan global antara lain B117, P1, dan, B1351.

Dia mengakui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah meminta laporan hasil penelitian Indonesia terhadap tiga varian tersebut. “Mutasi banyak, yang tiga itu B117, P1, dan B1351. Tetap proses pemantauan yang terus-menerus untuk melihat dan deteksi adanya mutasi,” kata Nadia dikutip CNNIndonesia.com, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Waspada! VUI-202012/01, Varian Baru Corona Virus Asal Inggris Lebih Dahsyat

Nadia yang juga Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes mengklaim, berdasarkan penelusuran menggunakan whole genome sequence (WGS) sejauh ini belum ditemukan varian baru virus corona P1 dan B1351.

Namun kata dia, laporan penelusuran tersebut mesti diberikan kepada WHO. “Varian P1 dan B1351 belum ditemukan, baru B117 dan N439K, semuanya tetap dilaporkan ke WHO,” ucap Nadia.

Nadia juga membenarkan temuan 48 kasus varian baru corona N439K di Indonesia. Kendati demikian, ia belum bisa menjawab ihwal asal daerah ditemukannya varian baru corona tersebut. Nadia menjelaskan, temuan kasus tersebut masih berdasarkan hasil WGS di laboratorium.

“Untuk varian N439K hasil yang disampaikan oleh uji publikasi tersebut masih terbatas dalam uji laboratorium, tentunya harus dilihat lagi hubungannya dengan kejadian sebenarnya di masyarakat,” terang Nadia.

Baca Juga: Waspada Gelombang Baru COVID-19, Arab Saudi Tutup Penerbangan Internasional

Sebagaimana diketahui, dua mutasi corona varian baru terdeteksi di Indonesia. Keduanya yakni varian B117 (mutasi corona varian B1351 dikenal dengan strain dari Afrika Selatan) yang hingga kini tercatat ditemukan enam kasus di Indonesia, dan 48 kasus varian N439K yang ditemukan saat uji laboratorium.

Kemenkes mengatakan, setidaknya ada enam WNI yang terinfeksi virus corona varian B117. Tapi seluruhnya telah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan swab PCR.

Mutasi baru corona varian P1 pertama kali ditemukan di Brasil. Setelah itu, P1 juga terdeteksi di Amerika Serikat, Inggris, hingga Venezuela. Akibat temuan varian baru ini, kasus infeksi di Brasil melonjak. (*)

Leave a Reply