Jokowi 3 Periode, Tjahjo Kumolo Sebut Manuver Murahan

Merespons isu Jokowi 3 periode yang diembuskan mantan Ketua MPR Amin Rais, mantan Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo angkat bicara. Ia menyebut isu itu sebagai jebakan manuver murahan.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menilai tudingan pendiri Partai Ummat Amien Rais terkait tiga periode masa jabatan Presiden Jokowi sebagai “manuver murahan” dari pihak yang ingin menjadi calon presiden pada Pemilu 2024.

Amin Rais sebelumnya, menuding ada skenario amandemen UUD 1954 dalam hal ketentuan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Baca Juga: Megawati Yakin PDIP dan NU Terus Beriringan

“Tahun depan sudah memasuki tahapan-tahapan pemilu, janganlah jumpalitan politik sendiri yang menuduh ke mana-mana dan bisa diartikan pihak-pihak yang sebenarnya ingin, tapi menukikkan kepada orang lain, apalagi Bapak Presiden Jokowi,” kata Tjahjo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/3).

Politikus yang kini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu juga menjelaskan Pemerintah saat ini sedang berkonsentrasi untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.

Tjahjo pun mengatakan, Presiden Joko Widodo taat pada UUD 1945. Sehingga kata dia, tudingan untuk memperpanjang masa jabatan presiden melalui amendemen UUD 1945 tersebut tidak benar.

Baca Juga: Beda NasDem dan Golkar, PDIP Dorong Pilkada Serentak 2024

“Bapak Jokowi taat konstitusional. Jadi gerakan atau pola-pola menjebak itu sebaiknya ditinggalkan dalam manuver politik. Bapak Jokowi, saya yakin, beliau tidak akan terjebak dengan manuver-manuver murahan tersebut,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kembali menegaskan soal keyakinannya bahwa Jokowi bukan tipe pemimpin yang mau serakah seterusnya mau jadi presiden.

“Kami juga mendukung keinginan Presiden bapak Jokowi untuk hanya dua periode. Walaupun, dalam hati kecil saya dan saya yakin bapak, ibu, saudara sekalian, jangankan tiga periode, lima periode pun kita mau Pak Jokowi,” ucapnya, dalam repost rekaman video pada Kongres II Projo, 2019.

Ia pun menegaskan Jokowi hanya ingin meninggalkan legacy (warisan) bagi Indonesia. “Cuma persoalannya saya yakin Pak Jokowi mau meninggalkan legacy bagi bangsa ini ke depan,” lanjut dia.

Baca Juga: SMRC: Bila Pemilu Sekarang, 31,3 Persen Publik Pilih PDIP

Mantan Ketua MPR Amin Rais dalam akun Youtube “Amien Rais Official”, sebelumnya mengatakan ada upaya pembentukan opini publik untuk melakukan amendemen UUD 1945 terkait kemungkinan jabatan presiden bisa dipilih untuk tiga periode.

“Mereka akan mengambil langkah pertama, meminta sidang istimewa MPR yang mungkin satu atau dua pasal yang katanya perlu diperbaiki-yang mana saya juga tidak tahu-tapi kemudian akan ditawarkan pasal baru, yang kemudian memberikan hak bahwa presiden itu bisa dipilih tiga kali,” kata Amien Rais di akun media sosialnya yang diunggah Minggu (14/3). (*)

Leave a Reply