Polres Soppeng Periksa 11 Saksi Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19

Kapolres Soppeng AKBP Muhammad Roni Mustofa.

Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan Covid-19, ditindaklanjuti Polres Soppeng. Hingga kini, sudah 11 orang diperiksa dalam kasus tersebut.

SOPPENG, NEWSURBAN.ID — Polres Soppeng mulai menangani kasus dugaan pemalsuan surat keterangan (suket) Covid-19 di Kabupaten Soppeng. Kasus yang melibatkan Direktur RSUD Latemmamala Soppeng itu terkuak setelah video berdurasi 11 menit 3 detik tersiar ke publik melalui media sosial.

Kapolres Soppeng AKBP Muhammad Roni Mustofa, mengatakan terkait dugaan pemalsuan Suket Covid-19 sudah ditangani. Kasus itu sedang dalam penyelidikan dengan memanggil sembilan orang saksi.

Baca Juga: Pemalsuan Suket Covid-19 di Soppeng Terkuak, Djusman AR: Patut Diduga Ada Permufakatan Jahat

“Kita tunggu aja hasil penyelidikan. Nanti kita liat hasilnya apakah yang bersangkutan melanggar pemalsuan dokumen atau penyalahgunaan jabatan,” katanya kepada wartawan di Mapolres Soppeng, Senin (22/3/2021).

Roni mengaku pihaknya telah memeriksa 11 orang dalam penyelidikan ini.

Setelah pemeriksaannrampung akan dilanjutkan gelar perkara. “Untuk sementara kami belum melakukan penahanan. Ini masih proses pengumpulan data jadi tunggu aja hasilnya,” pungkas Roni.

Baca Juga: Gugus Tugas Soppeng Umumkan Kasus Positif Covid-19 Pertama Transmisi Lokal

Sebelumnya, Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-Sibuk) Sulsel, Djusman AR, mengatakan dari pernyataan Direktur RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng dr Nirwana yang dilansir sejumlah media mengindikasikan adanya permufakatan jahat pihak RSUD Latemmamala dan Satgas Covid-19 Soppeng dalam menerbitkan Suket Covid-19 yang diduga sebagian palsu.

Keterangan Dirut RSUD sejumlah media, bahwa perbuatannnya itu sudah disampaikan ke pimpinan dan Gugus Tugas. “Kalau benar sudah disampaikan ke atasan dan Gugus Tugas Covid-19 Soppeng, namun tidak ada tindak lanjut, maka itu bukan saja pembiaran tapi sudah mengarah ke permufakatan jahat,” tegas pria asal Soppeng yang dikenal sebagai penggiat antikorupsi itu, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (21/3/2021).(*)