Warga Sebatik di Perbatasan RI Malaysia Resah, Wamen ATR: Sabar dan Tunggu MoU

Sengketa tapal batas RI-Malaysia yang berkepanjangan cukup meresahkan warga Indonesia di Sebatik. Warga Indonesia di perbatasan itu diharap tenang menunggu kesepakatan RI-Malaysia.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surya Tjandra dalam pertemuan dengan warga di Gedung Astrada sebatik, Rabu (24/3/2021) meminta warga Indonesia di perbatasan tetap tenang menunggu MoU RI-Malaysia yang terus dilakulan melalui proses diplomasi.

Keterangan Surya Tjandran itu meredam keresajan warga Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, yang berbondong-bondong dari pagi hari untuk menghadiri sosialisasi penyelesaian outstanding boundary problems (OBP) atau sengketa tapal batas.

Baca Juga: Lama Terbengkalai, Warga Lumbis Pansiangan Usul Manfaatkan Lahan Eks OBP

Dijelaskan Wamen, pergeseran patok batas darat RI-Malaysia, sebenarnya lebih banyak menguntungkan Negara Indonesia. Seban, menurut ukuran luas yang bergeser di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, kurang lebih 5 hektare. Sedangkan di Sebatik Barat dan Kecamatan Sebatik Tengah sekitar 127 hektare wilayah Malaysia masuk ke Negara Indonesia.

“Cuma sedikit berbeda karena di Sebatik Utara ditempati oleh masyarakat dan sudah bersertifikat, sementara di Sebatik Tengah merupakan lahan perkebunan,” jelas Wamen.

Wamen mengatakan, kehadirannya di Sebatik untuk mendengar langsung persoalan-persoalan yang ada. Dari sini lanjut Surya Tjandra, akan disiapkan penyelesaiannya.

Baca Juga: Sengketa Tapal Batas RI-Malaysia Tak Kunjung Usai

“Tapi bapak ibu, ini masih dikatakan seperti dalam proses, memang sudah ada patok-patok baru, tetapi kesepakatan itu sendiri belum ditandatangani sampai hari ini, terkendala adanya Covid-19. Tetapi memang sementara kita menyiapkan segala sesuatu yang mungkin bisa terjadi. Kita belum tahu sesungguhnya apa yang akan terjadi. Untuk diketahui, hal seperti ini baru pertama kali terjadi. Semua ini masih proses,” jelas Wamen.

Karena itu, Surya meminta kepada masyarakat agar bersabar. Soalnya untuk MoU pembahasan patok perbatasan negara saja membutuhkan waktu 30 tahun. Dan untuk menuntaskan permasalahan patok perbatasan bisa jadi puluhan tahun lagi.

“Kita sudah punya gambaran-gambaran, rencana-rencana kalau itu memang terjadi. Karena kalau mau jujur-jujuran, Indonesia dapat banyak daripada Malaysia bapak ibu. Itu bertambah 127 jektare. Artinya 227 ribu meter ‘gede’ betul itu. Sementara kita dalam tanda kutip kehilangan 5 hektare. Mana yang prioritas kita sementara yang 5 hektare yang kedua 127 hektare. Kenapa begitu? Kalaulah sudah ada kebun hasilnya punya siapa, tentu belum ada, jadi sekarang ini semua masih belum ketahuan,” ungkapnya.

Baca Juga: Delapan WNI yang Ditahan Malaysia Dijemput Kapal Sea-Reader AL

Untuk itu, Wamen memohon kepada masyarakat, agar tetap bekerja, hidup seperti biasanya tidak perlu ada diskriminasi.

“Jadi mohon dengan sangat, bersabar. Yang jelas kehadiran kami di sini, sebagai bentuk perhatian yang serius dari pemerintah pusat. Dan bersama Pak Sekda, kami telah berdiskusi tentang masalah ini. Nanti di Jakarta kami akan buat tim terpadu, ATR BPN siap mendukung, Kemendagri, akan membantu sepenuh hati,” jelasnya.

Sementara Pimpinan Komite 1 DPD RI Perwakilan Kalimantan Utara Fernando Zinaga yang hadir dalam pertemuan tersebut juga ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyelesaian OBP RI-Malaysia di sektor Timur Sekmen Pulau Sebatik.

Fernando mengatakan, DPD RI akan siap mengawal yang menjadi haknya masyarakat sebelum penandatanganan MoU.

“Kami menyikapi tentang permasalahan OBP. Untuk sengketa dari masyarakat, baik itu ganti rugi lahan, DPD RI akan mengawal sampai tuntas. Dan kami akan membuat tim kerja untuk perbatasan ini. Percayalah bapak ibu bahwa masyarakat yang berada di Sebatik ini tidak ada yang dirugikan, DPD RI akan serius mengawal ini,” ungkapnya. (hms/adi)

2 thoughts on “Warga Sebatik di Perbatasan RI Malaysia Resah, Wamen ATR: Sabar dan Tunggu MoU

  1. Pingback: Sengketa HGU-HTI, Pemerintah Dorong Melalui Jalur Mediasi | Newsurban

  2. Pingback: BNPB Bantu Dua Mesin PCR ke Pemkab Nunukan | Newsurban

Leave a Reply