Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19, Djusman AR: Penyidik Harus Periksa Kadis Kesehatan Soppeng

“Seharusnya penyidik Polres Soppeng dan Inspektorat segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk dieriksa atau mengklarifikasi. Begitu pun terhadap oknum yang disebut-sebut dalam video yang beredar agar tidak menjadi bias.” Djusman AR.

SOPPENG, NEWSURBAN.ID – Penyelidikan kasus dugaan pemalsuan surat keterangan (Suket) Covid-19, Polres Soppeng terus memeriksa saksi.

Tak hanya terduga pembuat, sejumlah orang diduga sebagai pemakai pun dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Amri, menjelaskan pemeriksaan saksi terduga pembuat dan pemakai dilakukan karena kedianya berpotensi terjerat pidana.

Baca Juga: Direktur RSUD Latemmamala dan Kepala Laboratorium Dicopot Terkait Pemalsuan Suket Covid-19?

“Selain pembuat, pemakai juga berpotensi terjerat soal pidana. Apalagi bila nyata-nyata pemakai Suket ini mengetahui dan sengaja tidak mau diperiksa di Laboratorium sebagai syarat penerbitan Suket tetapi tetap menggunakan Suket ini sebagai dokumen perjalanan,” kata Amri, dikutip edunews.id, Rabu (31/3/2021).

Dia menyebutkan, hingga hari ini, pihaknya telah memeriksa 22 orang terkait kasus dugaan pemalsuan Suket Covid-19 di Bumi Latemmamala itu, dan diperkirakan akan masih terus bertambah.

“Hingga hari ini, sebanyak 22 orang telah kita periksa, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah,” ujarnya.

Baca Juga: Pemalsuan Suket Covid-19, Dandim Soppeng Sebut Penghianatan, Djusman AR: Artinya Telah Terjadi Perbuatan Melawan Hukum!

Amri, mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Kasus ini sementara berjalan dan masih dalam proses penyelidikan, kalau unsur unsurnya telah terpenuhi, kasus ini akan kita tingkatkan ke tahap penyidikan,” tuturnya.

Sementara Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, meminta penyidik Polres Soppeng memanggil Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, untuk diminta keterangannya terkait dugaan suket bebas Covid-19 palsu.

“Seharusnya penyidik Polres Soppeng dan Inspektorat segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk memeriksa atau mengklarifikasi begitu pun terhadap oknum yang disebut-sebut dalam video yang beredar agar tidak menjadi bias,” kata Djusman Selasa (30/03/2021).

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19 di Soppeng Makin Terang, Ini Pengakuan Staf Laboratorium

Menurut Djusman, kedepannya ketika penyidik Polres Soppeng melakukan pemanggilan terhadap Kadis Kesehatan yang disebut dalam video agar kiranya dapat kooperatif.

“Harapannya ketika dipanggil penyidik, bersikap kooperatif lah,” kata Djusman.

Djusman, juga mengatakan pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan Sallang menjadi PLT Direktur RSUD Latemmamala Soppeng patut dipertanyakan. Pasalnya, Sallang bukan berasal dari tenaga medis.

Baca Juga: Satu Keluarga di Soppeng Diperiksa Terkait Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19

Dia menjelaskan, tenaga medis jelas berbeda dengan tenaga kesehatan, berdasarkan pasal 34 UU No 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, pengangkatan jabatan direktur atau Kepala Rumah sakit harusnya berasal dari tenaga medis dan mempunyai keahlian di bidang perumahsakitan.

Namun demikian, Djusman mengatakan mungkin dapatlah ditolerir karena sifatnya cuma penunjukan pelaksana tugas, bukan jabatan definitif dan hubungan satuan kerjanya memang memungkinkan, mengingat rumah sakit itu sepayung dengan Dinas Kesehatan. “Namun jangan lupa masa pelaksana tugas itu juga dibatasi waktu, karenanya pemkab harus pikirkan itu,” kata Djusman. (#)

Leave a Reply