Harsiarnas 88, 65 Radio Kompak Hentikan Siaran

Suara Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pertama kali terdengar serentak di puluhan radio yang ada di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Para penjuru Insan Radio di khususnya di Sulawesi Selatan menggebrak masyarakat untuk kembali mendengarkan radio dengan cara berbeda.

Sebanyak 65 Radio Se Sulawesi Selatan kompak menghentikan siaran sejenak, selama 8 menit, 8 detik,untuk memperingati Hari Penyiaran Nasiona1 April ( Harsiarnas ) ke-88 sesuai edaran KPID Sulawesi Selatan Kamis 1/4/2021 pagi tadi.

Salah satunya LPPL Radio Suara Bone Beradat SBB Kabupaten Bone ikut merayakan Harsianas bersama KPID Sulsel melalui Vertual

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel, Ajak Masyarakat Kembali Dengar Radio

Saat radio on air kembali, suara Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pertama kali terdengar di puluhan radio yang ada di Sulawesi Selatan.

Melalui kesempatan ini saya menghimbau agar kita semua tetap menjadikan instrument penyiaran radio sebagai salah satu sumber informasi dan hiburan kita.

“Sehingga peran radio sebagai salah satu tulang punggung penyiaran kita tetap mendapat tempat di masyarakat,saya mengajak seluruh masyarakat khususnya Sulawesi Selatan ayo selalu mendengar radio,” kata Andi Sudirman.

Baca Juga: Danny Terbitkan Edaran Dukung Penyiaran Dorong Pemulihan Ekonomi

Sementara itu, Ketua KPID Sulawesi Selatan Muhammad Hasrul Hasan Mengatakan, kegiatan ini selain peringatan Harsiarnas ke 88 juga untuk mengingatkan masyarakat akan arti pentingnya radio.

“Semua radio di Sulsel mengajak pendengarnya untuk mengingatkan bahwa melalui siaran radio masyarakat juga bisa mengetahui informasi dan peristiwa diberbagai daerah,” ujarnya.

Kami juga ingin menginformasikan bahwa saat ini radio itu penting,Media yang tak hanya menghibur dengan lagu lagunya, tapi juga mampu memberi informasi yang akurat dan dapat menangkal hoax,” tambah Hasrul.

Baca Juga: KPID Sulsel Libatkan Ribuan Pendamping Desa Awasi Penyiaran

Industri penyiaran radio Dalam peringatan Harsiarnas ini, ingin menyadarkan masyarakat jika radio sudah mati, maka masyarakat pasti akan kehilangan. Sebab radio adalah media yang selalu tak lekang oleh zaman.

Satu April merupakan sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ditetapkan dengan dasar pada tahun 1933, saat radio milik orang Indonesia pertama bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV) mulai bersiaran.

SRV menjadi radio Ketimuran pertama, yang didirikan oleh anak bangsa yang diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro Vll pada 1 April 1933 di Solo Jawa Tengah. (fan)

Leave a Reply