Politikus NasDem dan Gerindra Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Nurdin Abdullah

Kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel non aktif, menyeret dua politikus, yakni dari Partai NasDem dan Gerindra. Mereka dipanggil sebagai saksi.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa empat orang saksi kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah.

“Hari ini pemeriksaan saksi untuk tersangka Nurdin Abdullah dan kawan-kawan tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Imelda Obey, Kontraktor Asal Sulsel Diperiksa KPK

Empat orang saksi itu diperiksa di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 6 April 2021.

Ali Fikri mengungkapkan empat orang saksi yang diperiksa ada yang berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Wiraswasta, Mahasiswa, seorang swasta sekaligus kader partai politik dan Anggota DPRD Makassar.

Pihak swasta yang dipanggil sebagai saksi adalah kontraktor tercatat sebagai Bendahara salah satu Partai politik Sulsel dan  Anggota DPRD Makassar.  Sementara, seorang PNS bernama Idham Kadir dan mahasiswa adalah Muh Irham Samad.

Baca Juga: Koper Mini Anggung Diamankan, Nurdin Abdullah Terseret ke KPK

KPK, sebelumnya juga telah memeriksa Mantan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali sebagai saksi kasus Nurdin Abdullah. Selain itu, juga Kadis PUTR Sulsel Rudy Djamaluddin serta sejumlah pihak swasta.

Sementara Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, mengatakan, pada prinsipnya pihaknya dan masyarakat luas senantiasa mensupport KPK dalam penindakan kasus tersebut.

Penyidik KPK lanjut Djusman, tentu tidak asal panggil, pasti dalam telaahan pengembangan pemeriksaannya terungkap oknum-oknum yang patut dimintai keterangan berkait kasus itu.

Baca Juga: Telusuri Dugaan Persekongkolan Politik, PDIP Belum Putuskan Status Nurdin Abdullah di Partai

“Pokoknya top deh, periksa semua siapapun yang patut dimintai keterangan. Bagi kami pegiat antikorupsi silakan KPK maju terus kembangkan kasus itu, siapapun yang patut ditersangkakan, tersangkakan saja,” ujarnya.

Masyarakat Sulsel lanjut dia, mendukung sepenuhnya, dan kepada siapapun yang mendapatkan panggilan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut wajib hukumnya kooperatif sebagai warga negara yang baik demi menghargai proses hukum khususunya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. (#)