DPR Setuju Kemenristek-Kemendikbud Digabung dan Bentuk Kementerian Investasi

Ilustrasi sidang paripurna DPR RI.

Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4/2021) menyetujui penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud serta pembentukan Kementerian Investasi.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). DPR juga setuju Kementerian Investasi dibentuk.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, mayoritas peserta sidang menyatakan setuju.

“Apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?” tanya Dasco.

Baca Juga: DPR RI Sudin Sebut Hutan Indonesia Makin Berkurang Akibat Kegiatan Industri

“Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir dalam Rapat Paripurna DPR yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4).

Menurut Dasco, keputusan pemberian persetujuan terhadap rencana pemerintah menggabungkan Kemenristek ke Kemendikbud dan membentuk Kementerian Investasi diberikan setelah pihaknya menerima Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Baca Juga: DPR RI Tolak Rencana Pemerintah Impor Beras 1 juta Ton Tahun Ini

Surat itu kemudian dibahas dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis (8/4).

Dasco menjejalskan, sesuai hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus 8 April 2021 yang telah membahas dan menyepakati dua poin. Pertama, penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek, kedua pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Sembilan Fraksi DPR RI Sepakati Harmonisasi RUU Kejaksaan

Rapat Paripurna DPR pada hari ini hanya dihadiri sebanyak 288 anggota DPR. Berdasarkan laporan absensi kehadiran anggota DPR yang dibacakan Dasco saat membuka Rapat Paripurna DPR, diketahui bahwa 287 anggota dewan absen.

“Berdasarkan catatan sekretariat, 232 virtual dan 56 fisik. Dihadiri seluruh fraksi di DPR RI. Dengan demikian telah tercapai kuorum, perkenankan kami membuka Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang 2020-2021, kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” ucap Dasco. (*)

Leave a Reply