Legislator Hasanuddin Leo Usul Perda Baca Tulis Alquran Direvisi

Perda Kota Makassar Nomor 1 tahun 2012 tentang Baca Tulis Alquran sudah saatnya direvisi isinya dinilai sudah tidak sesuai kondisi saat ini.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo menilai Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Baca Tulis Alquran sudah saatnya direvisi. Sebab, naskah dalam regulasi tersebut tidak sesuai kondisi saat ini.

“Perda ini perlu masukan untuk melakukan penyempuraan atau revisi,” jelas Leo Hal itu disampaikan, Leo—sapaan akrabnya, saat menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2012 tentang Baca Tulis Al-Quran di Hotel Travelers, Jumat (9/4).

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar, Hasanuddin Leo: Perda ASI Wajibkan Setiap Kantor Siapkan Ruang Khusus

Leo menjelaskan, salah satu tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan bangsa atau masyarakat yang memiliki karakter dan dedikasi. Harapannya, generasi memiliki iman dan taqwa.

“Perintah Alquran, semua manusia beribadah. Kegiatan ini termasuk ibadah yang kemudian setelah acara ini disebarluaskan,” bebernya.

Baca Juga: Hasanuddin Leo Soroti Pengelolaan Limbah di Kota Makassar

Sementara, Narasumber Kegiatan, Moh Syarief memberikan apresiasi terhadap dewan lantaran mendorong lahirnya Perda Baca Tulis Alquran. Regulasi ini sangat penting untuk masyarakat Makassar.

“Saya kira ini bentuk apresiasi kepada anggota dewan. Kita akan dukung di pemerintah,” tegas Moh Syarief.

Baca Juga: Hasanuddin Leo Harap Perda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Disebarluaskan

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Agung Wirawan mengatakan, pembuatan Perda ini agar setiap kegiatan didalammnya memiliki legalitas atau payung hukum.

“Jadi, kalau ada yang larang kegiatan Baca Tulis Alquran, tolong kasi lihat Perda ini,” jelas Agung.

Baca Juga: Hasanuddin Leo Sebut Perda PUG Jadikan Perempuan Sosok Penting dalam Pembangunan

Agung menjelaskan, Alquran diturunkan untuk manusia di bulan suci ramadan. Menurut dia, Alquran bagi sebagian warga di Indonesia hanya menjadi kitab suci. Setelah dibeli, hanya menjadi pajangan.

“Alquran di Indonesia, disimpan di laci karena dianggap kita suci dan harus disterilkan sehingga lima tahun berjalan masih baru,” ungkapnya. (*)

One thought on “Legislator Hasanuddin Leo Usul Perda Baca Tulis Alquran Direvisi

  1. Pingback: Hasanuddin Leo Ingatkan Pentingnya Bayar Zakat Bagi Agama Islam | Newsurban

Leave a Reply