Wakapolres Soppeng dan Dua Kasat Digeser Bersamaan

Wakapolres Soppeng bersama dua Kasat digeser bersamaan. Ada apa?

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Tiga pejabat penting di jajaran Polres Soppeng diganti bersamaan. Ketiganya adalah Wakapolres Soppeng Kompol La Makkanenneng, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri, dan Kasatres Narkoba Polres Soppeng Iptu Bambang Supriady.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sulsel Nomor: STR/206/IV/KEP/2021 Tanggal: 13-4-2021, La Makkanenneng dimutasi menjadi Kasi Sandi Ditintelkam Polda Sulsel dan digantikan Kompol Muhiddin Yunus yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagkhirdinlur Bagwatpres RO SDM Polda Sulsel.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19, Inspektorat Sudah Periksa Kadis Kesehatan Soppeng, Djusman AR Pertanyakan Penyidikan di Polres

Sementara, AKP Amri dimutasi ke Polres Luwu Utara sebagai Kasat Reskrim digantikan Iptu Noviarif Kurniawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kanitidik 4 Satreskrim Polres Takalar.

Dan, Iptu Bambang Supriady dimutasi sebagai Panit 2 Bagwassidik Ditreskrimum Polda Sulsel digantikan AKP Saifullah Syan dengan jabatan lama Kapolsek Tempe Polres Wajo.

Kapolres Soppeng, AKBP Moh Roni Mustofa, Rabu (14/4/2021), membenarkan mutasi tiga bawahannya.

“Telegramnya sudah kami terima, pergeseran di tubuh Kepolisian itu biasa, apalagi yang bersangkutan sudah bertugas sekitar dua tahun juga di sini,” ungkap Roni.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19, Djusman AR: Penyidik Harus Periksa Kadis Kesehatan Soppeng

Selain di jajaran Polres Soppeng, Telegram Kapolda juga menggeser seratusan lebih perwira pertama hingga perwira menengah.

Menanggapi mutasi ini, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, mengatakan, pergantian atau rotasi pejabat di jajaran Kepolisian adalah hal biasa yang juga dipahami publik.

Namun, di balik itu publik dapat menelaahnya atau punya catatan terkait kinerjanya.

“Selamat datang kepada yang bersangkutan (Waka, Kasat Reskrim, dan Kasatres Narkoba yang baru). Tegakkan hukum seadil-adilnya dan jangan ada kongkalikong dengan kasus. Publik akan memonitoring kinerjanya,” tegas Djusman.

Baca Juga: Direktur RSUD Latemmamala dan Kepala Laboratorium Dicopot Terkait Pemalsuan Suket Covid-19?

“Pada intinya kita berharap jangan karena pergantian pejabat tersebut menjadikan kasus yang ada menjadi macet atau terhenti. Apalagi, terhadap kasus-kasus menohok yang merupakan perhatian publik misalnya kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng,” tambah Djusman, Kamis (15/4/2021).

Khusus kepada Wakapolres baru yang diketahui juga merupakan putra Soppeng, Djusman berharap, bisa berkinerja baik.

“Jangan permalukan warga Soppeng. Beban dan ujiannya bertugas di kampung sendiri memang akan diperhadapkan dengan beragam kepentingan, baik hubungan emosional, kerabat, dan kekeluargaan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemalsuan Suket Covid-19, Dandim Soppeng Sebut Penghianatan, Djusman AR: Artinya Telah Terjadi Perbuatan Melawan Hukum!

“Kepada Kasat Reskrim diharapkan dapat berkinerja optimal dengan menuntaskan banyak kasus yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Jangan ada pernyataan kita baru mau pelajari seperti alasan-alasan penjabat baru yang lainnya, hal ini mengingat penyidik-penyidiknya tidak berganti. Saya ingin ingatkan bahwa Pak Kasat ini, juga punya banyak catatan atas kinerjanya semasa menjabat di Polres Takalar, baik plusnya maupun minusnya,” tambah Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Untuk itu, Djusman berharap agar pergeseran tidak menghambat penegakan hukum di wilayah Soppeng. Terutama menuntaskan kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng yang ramai diperbincangkan publik, beberapa waktu lalu.

“Kita berharap dengan pergantian ini, tidak membuat kasus dugaan pemalsuan suket Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng yang telah ditangani menjadi mandek atau mandul, justru seharusnya lebih cepat penuntasan kasus ini,” jelasnya.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19 di Soppeng Makin Terang, Ini Pengakuan Staf Laboratorium

“Termasuk dugaan korupsi, seperti yang banyak diperbincangkan masyarakat, diantaranya penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) dan penggunaan anggaran bencana yang ditarik dari APBD tak terduga. Begitu pula masih sering kita dengar perkara narkoba di Soppeng, itu juga harus dituntaskan, sebab narkoba termasuk pidana tertentu sama dengan perkara korupsi,” tambahnya. (#)

Leave a Reply