Pemkot-Forkopimda Palu Perketat Mudik Antar Provinsi, Wilayah Aglomerasi Tetap Dilonggarkan

Pemerintah Kota Palu bersama Forkopimda memperketat larangan mudik antarprovinisi. Sesuai Surat Edaran Gubernur Sulteng hanya mudik di daerah aglomerasi yang masih dilonggarkan.

PALU, NEWSURBAN.ID — Walikota Palu H Hadianto Rasyid didampingi Wakil Walikota Palu Reny A Lamadjido kepada wartawan mengatakan, tren Covid-19 di Kota Palu belakangan mengalami lonjakan.

Tren kenaikan itu menjadi dasar Pemerintah Kota Palu melakukan pengetatan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya menjelang dan saat lebaran Idul Fitri 1442 H.

“Secara umum perkembangan Covid-19 di wilayah Kota Palu yang saat ini mengalami tren kenaikan. Sehingga Pemkot Palu bersama unsur Forkopimda bersama-sama melaksanakan pengetatan giat Protokol Kesehatan di lapangan,” ungkap Walikota Hadi kepada wartawan media cetak, online, TV dan Radio di ruang rapat Bantaya Kantor Walikota Palu, Senin (3/5/2021).

Pertemuan dengan awak media dihadiri Sekda Kota Palu H Asri, Dandim 1306 Donggala Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, Kapolres Palu AKBP Riza Faisal, Kejari Palu Hartawi, otoritas Bandara dan Pelabuhan, Dinas perhubungan, Imigrasi, Majelis Ulama Indonesia, Dinkes Palu, Kesra, Satpol PP, Dewan Masjid dan pihak terkait lainnya.

Hadi mengungkapkan, langkah pengetatan yang dilakukan seperti di lokasi keramaian. Di antaranya di pasar maupun di pusat-pusat keramaian. Termasuk pengetatan di perbatasan Watusampu, Pantoloan dan Tawaeli dan pelabuhan serta bandara.

Walikota menyebutkan, selama sepekan ini, pihaknya akan melihat perkembangan di lapangan, apakah trennya tetap naik atau melandai. “Mulai tanggal 6-17-2021 tidak dibolehkan siapapun juga yang keluar maupun masuk Kota Palu,” tegas Hadi.

Bagi warga Palu dari luar yang ingin masuk ke wilayah Kota palu, jelas Hadi harus dengan ketat pemeriksaan disertai surat keterangan yang lengkap sesuai Prokes. Misalnya, ASN yang melaksankan perjalanan wajib, ada surat resminya dan surat keterangan bebas Covid-19. “Intinya pengecualian adalah mereka yang dalam kondisi bertugas atau emergency,” ucapnya.

Dia menekankan, upaya bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini sangat diperlukan. “Kerjasama kita semua sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Palu.menggelar jumpa pers yang diikuti wartawan media cetak, media online dan media TV dan Radio.

Hadi juga mengajak media berperan menyampaikan informasi dengan baik. “Untuk teman-teman media, sampaikanlah informasi yang sebaik-baiknya ke masyarakat,” harp Hadi.

Terkait vaksinasi Covid-19, dia mempersilahkan warganya mendatangi puskesmas terdekat. “Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Kota Palu dan semuanya tidak dipungut biaya alias gratis,” pungkas Hadi.

Daerah Aglomerasi Dilonggarkan
Menurut Walikota, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola juga telah mengeluarkan Surat Edaran tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau cuti bagi ASN dalam masa pandemi Covid-19 tertanggal 30 April 2021.

Surat edaran tersebut membatasi kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik. Namun, pelonggaran mudik hanya dilakukan untuk wilayah aglomerasi atau kabupaten-kabupaten terdekat.

Salah satu wilayah aglomerasi yang dimaksud meliputi kota Palu, kabupaten Sigi, kabupaten Donggala dan kabupaten Parigi Moutong.

Namun demikian, masyarakat yang akan bepergian di wilayah aglomerasi tersebut diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 salah satunya menggunakan masker. (ysf)

Leave a Reply