Dipersidangan! Syamsul Bahri Ungkap Nurdin Abdullah Pernah Terima Dana Miliaran dari Empat Kontraktor

Hal ini diungkapkan ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri, dalam sidang terdakwa penyuap Nurdin, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (3/6/2021).

 

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah terungkap pernah menerima dana miliaran dari empat kontraktor. Bahkan ada uang yang disimpan di dalam kardus lalu diantarkan ke kamar tidurnya.

Hal ini diungkapkan ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri, dalam sidang terdakwa penyuap Nurdin, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (3/6/2021). Dalam sidang, jaksa KPK awalnya bertanya kepada Syamsul soal Anggu. “Kenal Anggu?” tanya jaksa KPK kepada Syamsul dalam sidang.

Menjawab pertanyaan itu, Syamsul mengaku mengenal Anggu. Sebagai anggota Polri, Syamsul mengaku pertama kali mengenal Anggu saat masih bertugas sebagai Polantas di Bantaeng.

Baca juga: Kesaksian Andi Sudirman: Tak Pernah Dilibatkan Bahas Proyek dengan Nurdin Abdullah

“Saat itu sekitar (tahun) 2003, kebetulan kami bertugas di dinas lalu lintas di mana kami banyak melihat mobil proyek, oh itu kita cari tahu,” jawab Syamsul.

Selanjutnya, jaksa KPK mulai bertanya ke Syamsul soal sejumlah kontraktor yang memberikan uang kepada Nurdin Abdullah. Kontraktor pertama yang disebut jaksa KPK bernama Robert.

“Saudara pernah diperintahkan mengambil uang dari Robert?” tanya Jaksa KPK ke Syamsul.

Syamsul menjawab, dia diperintahkan Nurdin Abdullah untuk menerima uang dari Robert pada 2020. Saat itu, Robert datang menghadap Nurdin Abdullah di rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel.

Baca juga: KPK Kembali Periksa Empat Saksi Kasus Nurdin Abdullah

Saat Robert meninggalkan rujab, Nurdin memerintahkan Syamsul menemui Robert di parkiran rujab.

“Saya disampaikan Pak Gub, ‘itu nanti ketemu Pak Robert’. Kemudian beliau (Robert) masih di parkiran, langsung ketemu di parkiran di belakang rujab. Jadi beliau (Nurdin Abdullah) menyampaikan ke saya nanti ada titipan,” kata Syamsul.

Syamsul mengaku memahami makna titipan itu sebagai uang yang disimpan dalam sebuah kardus.

“Itu kardus warna cokelat. (Kemudian) saya bawa ke rumah jabatan di kamar tidur Pak Gubernur,” ungkapnya.

Baca jugaSidang Perdana Kasus Penyuap Nurdin Abdullah Mulai Digelar

Syamsul mengaku tidak tahu berapa uang dari Robert yang ada di dalam kardus. Kepada jaksa KPK, dia menegaskan kardus berisi uang itu disimpannya di kamar tidur Nurdin atas perintah Nurdin. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button