Anggota DPR: Negara Harus Hargai Pengabdian Guru Honorer

ILUSTRASI

Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni minta pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer tak perlu mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menyayangkan pemerintah untuk melakukan pengangkatan guru honorer harus mengikuti berbagai macam tes beserta tahapannya hingga ditetapkan sebagai CPNS.

Menurutnya, bahwa negara harus menghargai pengabdian honorer yang sudah terbiasa memikul beban kerja di instansi pemerintahan.

Baca juga: Anggota DPR Tegaskan ke Pemerintah 1 Juta Guru Honorer Harus Dituntaskan

“Sekarang langsung masuk, ya okelah dia mampu dalam tes. Tapi kan kita harus menghargai orang-orang yang telah mengabdi sekian tahun. Jadi negara kita ini harus menghargai jasa, apalagi guru-guru bagaimana mereka bisa meluangkan waktu, tenaga dan pikiran bangsa ini dengan gaji alakadarnya. Sementara tidak ada penghargaan dari pemerintah,” ujar Lisda saat mengikuti tim kunspek Komisi VIII DPR RI ke MAN 2 Tasiklamaya, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021).

Lisda mendukung penuh bila pemerintah langsung saja mengangkat honorer yang sudah mengabdi sekian tahun tanpa harus tes dan melihat usianya. “Bahkan kami mendukung mereka diangkat tanpa harus melihat usia dan tanpa tes,” sambungnya.

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Kalau dari aspek pembekalan. Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengatakan yang perlu diberikan adalah aspek penguatan bela negara. “Tapi kalau teknis disesuaikan dengan kebutuhannya. Misalnya sekarang lebih menguasai teknologi, sebagian lain agak kurang menguasai teknologi, kita tambah pembekalannya di sana,” jelas Lisda.

Tak hanya pada rekrutmen CPNS saja, Lisda juga menyoroti tenaga honorer yang tidak sesuai dengan bidangnya. Hal tersebut tentu saja menjadi masalah baru, karena seandainya ada pengangkatan, maka formasinya tidak ada atau tidak sesuai.

“Masuk saja honorer dan yang lebih parah lagi honorernya pun bukan dibidangnya. Akhirnya pada saat pengangkatan, dia pusing sendiri karena bukan di bidangnya dan tidak ada formasi untuk dia. Hal seperti ini terus kita pantau bukan hanya di Tasikmalaya melainkan seIndonesia,” kilah Lisda. (*)

Leave a Reply