Dana PEN Dialihkan ke Infrastruktur, Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Bone

Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Bone

Pemerintah Daerah Kabupaten Bone melalui dana pinjaman PEN hanya diperuntuhkan di Infrastruktur.  Ratusan mahasiswa menuntut karena dianggap tidak tepat sasaran di tengah Pandemi Covid-19.  

BONE, NEWSURBAN.ID – Ratusan mahasiswa Bone dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan ujuk rasa di halaman Kantor Bupati Bone Jalan Ahmad Yani Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Jumat 11/6/2021.

Ratusan pendemo itu menuntut kepada Bupati dan DPRD Bone untuk mengkaji ulang dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena dianggap tidak tepat sasaran dalam infrastruktur di Kabupaten Bone.

Riswan selaku korlap aksi ujuk rasa ini menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bone bersama pihak DPRD Bone kembali mengkaji ataupun mempertimbangkan dana pinjaman PEN ini.

Baca juga: KPPN Bone Talk Show Bahas Pemanfaatan Dana Desa-PEN

“Alasannya dana itu kan peruntukan infrastruktur jalan, tetapi kami menilai bahwa peruntukan itu tidak akurat dalam masa pandemi Covid-19 karena masih banyak kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak selain infrastruktur tersebut,” tegas Riswan selaku Korlap aksi.

Bahkan, pengunjuk rasa tersebut mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bone agar segera melakukan pengkajian dalam bentuk (RDPU) Rapat Dengar Pendapat Umum.

Sementara itu, Asisten III Pemda Bone Abu Bakar saat menerima aspirasi mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan bahwa kondisi sekarang kita ini mulai dari Nasional sampai di Kabupaten sangat merasakan bahwa pemulihan ekonomi itu sangatlah penting sekali bersama pemulihan kesehatan.

Baca juga: Bupati Bone Minta Batalkan Program yang Tidak Urgen

“Dengan kondisi sekarang kita ini, ada peluang yang seharusnya masyarakat memahami. Patuh diberikan aspirasi ini dengan sangat baik sekali karna Pemerintah Daerah tetap ingin melihat bagaimana kondisi infrastruktur kita di Daerah,” ujarnya.

Menurut Abu Bakar, dengan melalui dana pinjaman PEN senilai 300 miliyar tersebut dari 100 persen itu hanya peruntukannya 61 ruas jalan yang akan dibangun.

“Diantaranya 11 ruas jalan itu dalam pembangunannya adalah beton sementara 50 ruas jalan itu pembangunannya adalah aspal,” ujarnya. 

Selain, kata dia, pembangunan jalan ada empat jembatan yang akan dibangun senilai 14 miliyar lebih dan untuk infrastruktur jalan nilainya 385 miliyar lebih dari dana PEN 300 miliyar.

“Kalau jalan ini tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah berarti kondisi jalan kita ini di Kabupaten Bone sangat memprihatinkan,” katanya.

Setelah melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Bupati para pengunjuk rasa melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Bone dan diterima langsung Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan ditemani beberapa Anggota Dewan lainnya. (*/FAN)

 

Leave a Reply