Sekwan Bone Dukung RDPU dan Siap Pertaruhkan Jabatan Demi Tolak Dana PEN

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone Andi Alimuddin

“Jika sudah ditetapkan di Badan Musyawarah (Bamus) saya siap mendukung untuk memfasilitasi admistrasi prasarana serta siap mempertaruhkan jabatan ini demi nama masyarakat Bone,” tegas Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone, Andi Alimuddin

BONE, NEWSURBAN.ID — Setelah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bone. Ratusan mahasiswa dari organisasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Bone Kamis 17/6/2021.

Dalam tuntutanya di kantor DPRD Bone, mereka meminta kembali untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Menurutnya, tuntutan aksi unjuk rasa pekan lalu tidak ada kejelasan untuk dilakukan RDPU terkait dana pinjaman PEN tersebut.

Salah satu Anggota Dewan DPRD Bone Muh Salam saat menerima aspirasi ini mengatakan bahwa, akan ditindaklanjuti dan segera lakukan RDPU.

Baca juga:  PMII Bone Kukuh Tolak Dana PEN Dialihkan ke Infrastruktur, Legislator NasDem Ikut Menolak

“Tuntutan sudah masuk. Tapi kita belum tahu kapan akan dilakukan karena semua butuh mekanisme nanti. Setelah di masukan di Bamus baru kita sampaikan intinya, kami akan kawal aspirasi ini,” ujarnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone, Andi Alimuddin pada saat itu juga ikut menerima aksi unjuk rasa dengan tegas mengatakan mendukung RDPU ini.

“Jika sudah ditetapkan di (Bamus) Badan Musyawarah saya siap mendukung untuk memfasilitasi admistrasi prasarana serta siap mempertaruhkan jabatan ini demi nama masyarakat Bone,” tegas Andi Alimuddin.

Sementara itu, Riswan selaku korlap unjuk rasa ini meminta pihak DPRD untuk segera dilakukan RDPU secepatnya karena sudah terlalu lama.

Baca juga: Dana PEN Dialihkan ke Infrastruktur, Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Bone

“Kalau memang DPRD tidak bisa melakukan RDPU biarkan kami yang melakukannya kami akan menduduki Gedung ini jika tidak ada kejelasan dan tetap akan menolak dana pinjaman PEN ini,”tegas Riswan.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa PMII kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/21).

Kedatanganya, mereka kembali menuntut dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diperuntukan ke infrastruktur untuk ditolak karena dinilai tidak tepat untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Tolak Dana PEN, Kembali Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Bone Berujung Ricuh

Aksi unjuk rasa berujung ricuh. Di mana saat itu pengunjuk rasa tidak di perbolehkan masuk di halaman kantor Bupati sehingga terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan Satpol PP Bone.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Islamuddin saat menerima aspirasi mengatakan, pada saat dialog kemarin semua sudah dijelaskan apa yang menjadi dasar Pemerintah mengenai dana pinjaman PEN ini.

“Ini tidak lepas dari kasus pandemi yang masih melanda negeri. Ada beberapa angaran yang di pangkas yang nilainya ratusan milyar karena covid-19,” jelasnya.

Dengan adanya PEN ini Pemerintah mengajukan usulan di tahun 2020 dan diterima di tahun 2021 ini.

“Setelah di lakukan peninjauan akhirnya usulan diterima dan dinilai Bone berhak mendapatkan dana PEN tersebut yang diperuntukan untuk membangun infrastruktur di Kabupaten Bone,” ucap Andi Islamuddin. (Fan/*)

Leave a Reply