KITRA Makassar Tuntut Pemerintah dan DPR Naikkan Gaji TNI Polri Rp50 Juta Sebulan

 Puluhan Aktivis Koalsi Untuk Kesejahteraan TNI POLRI (KITRA) Makassar menggelar aksi damai di dua titik, –Monumen Mandala dan di depan Kampus UMI Makassar. Pengunjuk rasa di dua titik mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera menaikkan gaji TNI Polri.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Ketua KITRA TNI Polri Kota Makassar Dewi Anggriyani dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021) menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah dan DPR.

Tuntutan pertama, mendesak Presiden Jokowi segera menaikkan gaji TNI Polri minimal Rp50 juta per bulan. Kedua, mendesak DPR RI mendukung kenaikan gaji minimal Rp50 juta per bulan gaji untuk TNI POLRI. Ketiga, menuntut Menteri Keuangan RI menetapkan gaji TNI POLRI sebesar Rp50 juta per bulan.

Dewi Anggriyani menjelaskan, tiga poin tuntutan KITRA TNI Polri ini berdasarkan pada Konstitusi dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Menurutnya, selama 75 tahun sejak Indonesia Merdeka Pemerintah telah melakukan pemiskinan atas jutaan keluarga TNI Polri. Dia menyebut hal itu sebagai bukti kejahatan kemanusiaan yang sangat serius.

“Orang-orang terbaik yang mengabdikan diri bagi negara dan bangsa, yang memikul tugas kontitusi dan pelindung bagi segenap tumpah darah Indonesia justru menjadi korban utama akibat minimnya gaji yang diberikan pemerintah. Politik ekonomi pemerintah tidak sedikit pun memberi harapan kesejahteraan justru menjadi pembunuh mimpi-mimpi indah keluarga TNI POLRI,” tutur Dewi.

Tuntutan kenaikan gaji minimal Rp50 juta bagi TNI Polri, lanjut dia, merupakan pilihan terbaik bagi pemerintah untuk selamatkan ekonomi. “Sangat disayangkan, kalau pemerintah harus mengulangi lagi kesalahan mengelola APBN yang ujungnya hanya korupsi dan kebangkrutan selama 75 tahun ini,” ujarnya.

Dewi Angriyani juga mengatakan, APBN yang harusnya untuk kesejahteraan rakyat justru hanya dipakai untuk mengikut cara dan teori pembangunan infrastruktur. Padahal, kata dia, negara harusnya mengutamakan pembangunan suprastruktur, yakni penguatan kesejahteraan Keluarga TNI Polri.

“Bilamana ini sudah tercapai Kesejahteraan keluarga TNI POLRI yang jumlahnya jutaan orang, maka ini secara bertahap akan berdampak ke seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dewi.

Dia juga berharap kepada masyarakat agar tidak beranggapan, bila TNI Polri dimiskinkan oleh pemerintah, maka mereka dapat keuntungan. “Justru dalam sistem pemikiran atas TNI Polri ini tidak ada dari elemen bangs aini yang akan mendapat keuntungan, malah hanya akan berdampak bencana kemanusiaan,” katanya.

Karena itu, gerakan KITRA mewujudkan kenaikan gaji TNI Polri merupakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. “Hanya saja KITRA memulai dari keluarga TNI Polri, dan ini akan memicu kebangkitan ekonomi sekaligus menjadi pertahanan fundamental ekonomi negara,” tutur Dewi.

Dia menegaskan, aksi ini akan terus berlanjut. Targetnya tahun ini, tuntutan kenaikan Rp50 juta per bulan bagi TNI Polri dapat terealisasi tahin ini. “Kami tidak akan berhenti. Kalau pemerintah pakai segala cara untuk tetap miskinkan TNI Polri, maka Kami juga akan menempuh cara yang sama untuk wujudkan perjuangan kami,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply