Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan Makassar, Nurdin Abdullah Segera Diadili

“Untuk terdakwa Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah dan Sekertaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Asri.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini resmi melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa pembangunan infrastruktur di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

KPK melimpahkan berkas perkara kedua tersangka lainnya untuk diadili ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Makassar, Senin (12/7/2021).

“Untuk terdakwa Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah dan Sekertaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Asri.

Baca juga: Saksi Ungkap Ada Istilah Jatah “Gedung Putih” di Kasus Nurdin Abdullah

Menurutnya, pihaknya sempat ragu untuk menyidangkan perkara dua terdakwa di Kota Makassar. Salah satu faktornya kata dia adalah, kondisi keamanan. Mengingat, terdakwa merupakan tokoh di Sulsel. “Memang sempat 50:50 (pertimbangannya) awalnya,” ungkap Asri.

Jaksa KPK, bahkan sempat menunggu fatwa dari Mahkamah Agung (MA) mengenai rekomendasi pertimbangan soal lokasi sidang.

“Terakhir ada rekomendasi bahwa di sini (Makassar) aman, tertib dan damai, disampaikan ke kami sehingga kami memutuskan untuk membawa berkas perkara ke Makassar,” jelasnya.

Baca juga: KPK Sita Masjid dan Lahan di Maros Diduga Hasil Suap Nurdin Abdullah

Meski berkas perkara telah dilimpahkan ke PN Tipikor Makassar, namun kedua terdakwa hingga kini tetap ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Jakarta. Nurdin Abdullah, ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur sementara Edy Rahmat, di Rutan KPK Kavling C1.

Menurut, Asri sidang kedua terdakwa nantinya akan dilaksanakan secara virtual. “Kan sama dengan untuk terdakwa awal itu Agung Sucipto, sidangnya virtual dan tetap ditahan di Jakarta (Rutan KPK) kecuali saksi-saksi yang kami akan undang itu, pasti tatap muka di persidangan,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Asri, pihaknya kini tinggal menunggu keputusan dari pihak PN Tipikor Makassar mengenai jadwal pasti kapan sidang akan dilaksanakan. “Kami menunggu penetapan dari hakimnya, tapi tentunya kita berharap mudah-mudahan bisa secepatnya, minggu depan lah,” imbuhnya.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Penyuap Nurdin Abdullah Mulai Digelar

Humas Pengadilan Negeri Makassar Sibali, menambahkan belum bisa memastikan jadwal persidangan antar keduanya. “Belum pasti soal jadwal sidangnya, termasuk pimpinan sidangnya siapa. Masih dibahas, tapi kalau sudah dilimpahkan berkasnya, artinya secepatnya,” tutur Sibali.

Sementara, sidang lanjutan untuk terdakwa Agung Sucipto akan digelar Selasa, esok. Dengan agenda pembacaan tuntutan.

Agung sendiri didakwa melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor atau Pasal 5 ayat (1) huruf b. Kemudian dilapis atau dialternatifkan dengan pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Diketahui, pada Kamis, 24 Juni 2021, tim penyidik KPK telah menyelesaikan tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak JPU. Kedua terdakwa telah ditahan sehari setelah OTT di Makassar berlangsung. Tepatnya paada 27 Februari 2021. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button