Pemerintah Tambah Rp55,21 Triliun Bansos dan UKM di PPKM Darurat

Kebijakan memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 diikuti dengan penambahan bantuan sosial sebesar Rp55,21 triliun untuk pelaku UKM di PPKM Darurat.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna menekan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Jokowi mengatakan, pelaksanaan kebijakan pembatasan itu akan dibuka atau dilonggar bertahap.

“Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” ujar Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan lewat Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7) malam.

Baca Juga: Jika Kasus Covid Menurun, 26 Juli Jokowi Buka Bertahap PPKM Darurat

Presiden juga mengatakan pemerintah selalu memantau, mencoba memahami dinamika di lapangan, serta mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM.

“Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pemerintah mengalokasikan pertambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun berupa bantuan tunai yaitu BST, BLT desa, kemudian PKH, juga bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik diteruskan,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Tak hanya itu. Jokowi juga menegaskan pemerintah akan memberikan insentif untuk dunia usaha, terutama usaha mikro.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Skenario Perpanjang PPKM Darurat Sampai 6 Minggu

Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar 1,2 juta untuk sekitar sekitar 1 juta usaha mikro,” katanya.

Atas bantuan-bantuan tersebut, Jokowi mengklaim telah memerintahkan para menteri untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga-warga yang berhak.

PPKM Darurat pertama kali diberlakukan pemerintah usai terjadi lonjakan kasus virus corona di sejumlah wilayah. Selain kasus positif baru, jumlah pasien yang meninggal dunia pun meningkat tajam beberapa pekan usai libur panjang Idulfitri.

Baca Juga: Arahan Jokowi: Sulteng Masuk PPKM Level 3

Lonjakan kasus virus corona juga mengakibatkan banyak rumah sakit penuh. Tingkat keterisian (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di sejumlah daerah melebihi 95 persen. Selain itu, tabung oksigen pun menjadi langka. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button