Temui Danny, PHRI Siap Terapkan Disiplin PPKM Darurat Level IV

“Jika kita tidak disiplin menerapkan PPKM ini bisa jadi kita meningkat menjadi zona hitam.” Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Walikota Makassar Moh Moh Ramdhan Danny Pomanto menerima ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga dikediaman pribadi Walikota, di jalan Amirullah. Senin 26/7/2021.

Pertemuan keduanya membahas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) level IV yang diterapkan di Kota Makassar khususnya dalam penerapannya disektor perhotelan.

Baca Juga: PPKM Level IV Diterapkan, Pemkot Makassar Siapkan 100 Ribu Paket Bansos

Dihadapan sejumlah pengusaha Hotel yang tergabung dalam PHRI, Walikota Danny menegaskan, bahwa penerapan PPKM ini, semuanya harus berpikir positif untuk melaksanakannya sesuai aturan dan disiplin dengan prokes.

“Artinya kita tidak boleh melanggar aturan PPKM level IV, ini hampir sama dengan PPKM sebelumnya,” ucap Danny.

Baca Juga: Pendaftaran Isolasi Apung Terpadu Dibuka Besok, Begini Caranya

Menurut Danny masyarakat patut bersyukur, karena di rapat kedua kemarin oleh pemerintah pusat PPKM akhirnya diperlonggar.

“Dalam rapat pertama PPKM diterapkan mulai tanggal 26 Juli hingga 8 Agustus 2021 dan akhirnya dalam rapat selanjutnya, hanya sampai tanggal 2 Agustus,” jelas Danny

Baca Juga: Ini Daftar Bantuan Disalurkan Sri Mulyani Selama PPKM

Untuk itu Danny berharap kepada masyarakat untuk melaksanakan PPKM ini dengan baik, supaya tingkat penyebaran Covid 19 dapat diredam.

“Jika kita tidak disiplin menerapkan PPKM ini bisa jadi kita meningkat menjadi zona hitam,” terangnya.

Baca Juga: Kota Palu dan Morowali Utara di Sulteng Masuk PPKM Level IV

Menyingkapi penerapan PPKM yang diberlakukan mulai hari ini ,Anggiat Sinaga bersama anggotanya di PHRI siap menerapkan sesuai aturan dari pemerintah pusat.

“Sesuai arahan dari pak Wali, beliau mengajak kami untuk disiplin dan jangan melanggar aturan PPKM darurat ini, apalagi aturan PPKM darurat ini berbeda dari yang diberlakukan di Jawa , karena di Makassar sedikit fleksibel,” terangnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button