Sang Penakluk ‘Kolor Ijo’ di Luwu Timur Tempuh Pendidikan Sekso TNI

Kombes Pol. Mokhammad Alfian Hidayat mendapatkan penghargaan diberikan tugas untuk menempuh pendidikan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia atau (Sesko TNI) di Bandung atas prestasinya selama menjabat di beberapa tempat di Tanah Air.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Masih ingat gak Iqbal sang ‘Kolor Ijo’ yang pernah menghantui masyarakat Luwu Timur selama tiga tahun lamanya mulai tahun 2013 sampai 2016 lalu? Aksinya sang ‘kolor ijo’ ini menjadi sasarannya adalah perempuan.

Tak tanggung tanggung aksinya itu melukai korbannya tidak mengenal usia mulai dari anak-anak, dewasa hingga lanjut usia. Tercatat ada 40 korbannya semuanya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dan ada juga meninggal dunia akibat pendarahan.

Sang pelaku ‘kolor ijo’ ini melukai korbannya dengan kasus yang sama dengan luka tusuk pada bagian kelamin perempuan dengan menggunakan alat sederhana yakni pisau dapur.

Namun, tak cukup lama aksi yang dilakukan oleh Iqbal alias Jeje sang ‘Kolor ijo’ terungkap setelah Kombes Pol. Mokhammad Alfian Hidayat.Sik menjabat sebagai Kapolres Luwu Timur pada masa itu di tahun 2016.

Di tahun 2016, Mokhammad Alfian Hidayat masih berpangkat dua bunga itu atau AKPB di Polres Luwu Timur berhasil menangkap makhluk misterius di Luwu Timur yang membuat masyarakat merasa resah atas aksinya.

Alfian Hidayat mejabat hanya sekitar satu bulan lamanya hingga menghentikan aksi ‘Kolor ijo’ bergentayangan di Kabupaten Luwu Timur hingga di vonis hukuman mati oleh pengadilan tinggi Luwu Timur dan dilimpahkan ke lapas Gunung Sari di Makassar.

Sekarang ini, penakluk sang ‘kolor ijo’ di Luwu Timur dikabarkan telah menempuh pendidikan sebagai Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia atau (Sesko TNI) di Bandung.

Sebelumnya, Alfian Hidayat berlatar belakang Polri ini hanya bertugas enam bulan lama di Polres Luwu Timur dan di mutasi menjadi Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Kalimatan Barat pada 28 April 2016.

“Dengan waktu bersamaan saya dapat tugas sebagai Wakil Komandan Resimen (Wadanmen) Chadradimuka, Akademi TNI/Polri di Magelang,” kata Mokhammad Alfian Hidayat.

Setelah menjabat sebagai Wadanmen Chadradimuka, Akademi TNI/Polri di Magelang berapa tahun dan diangkat sebagai Wakil Komandan Satuan (Wadansat) 1 gegana Korps Brimob.

Tak berselang lama dirinya menjabat Wadan Satlat Brimob. Seetelah menjabat berapa bulan menjabat Dansat Wanteror Pasukan Gegana serta Komandan Resimen ll Pasukan Pelopor Korps Brimob.

“Setelah mendapatkan penghargaan diberikan tugas untuk masuk Sesko TNI di Bandung,” ujarnya.

Mokhammad Alfian Hidayat selama menjabat di Luwu Timur menerima penghargaan MURI sebagai dalam pembangun lapangan tembak terbanyak di tempat tugas dalam waktu 30 bulan sebanyak 4 Lapangan Tembak.

Diketahui, Iqbal alias Jeje si ‘kolor ijo’ sempat menjadi buronan narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsari Klas 1 Makassar. Dan akhirnya tewas tertembak petugas di dalam hutan, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button