Bupati Budiman ‘Setengah Hati’ Tangani Covid di Luwu Timur, Ini Faktanya!

Bupati Luwu Timur, Budiman mengaku akan menekan laju penyabaran di virus Corona dengan membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah). Ini disampaikan pada saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19 di Aula Sasana Praja dengan Tim Satgas Covid, Kamis (29/07/21).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Kasus virus covid-19 di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, semakin tak terkendalikan dari tingkat penyebarannya. Ini membuktikan tercatat pada tanggal 01 Agustus 2021 sebanyak 5.026 terpapar positif dan meninggal dunia akibat virus Covid-19 sebanyak 112 orang.

Wartawan newsurban.id, Minggu (01/08/21) mencoba merangkum dugaan penyebaran covid selama sebulan di bulan Juli 2021 melakukan kerumunan yang mengakibatkan potensi tindak penyebaran virus covid-19 di Luwu Timur antara lain, kegiatan pemerintahan, pesta penikahan, acara kepemudaan, syukuran, Reses DPRD dan lain sebagainya.

Alih-alih pemerintah daerah Luwu Timur melakukan penindakan yang mengakibatkan kerumunan dengan potensi penyabaran covid terjadi. Malah sejumlah pejabat pemerintah Luwu Timur menghadiri acara tersebut.

Baca juga: Video Tarian Dero di Kecamatan Kalaena Luwu Timur Terlihat Tidak Patuhi Prokes

Tak kecuali para pendagang kali lima (PKL), warung makan dan warkop, dipaksa untuk tutup jam delapan malam, dengan dalih untuk menekan laju penyebaran virus covid-19 berdasarkan surat edaran Bupati Luwu Timur, Budiman pertanggal 07 Juli 2021 dengan nomor surat: 440/0229/Bup.

Surat Edaran Bupati Budiman

Di Bulan Juli 2021 Satgas Covid merilis jumlah penyebaran covid tercatat 805 terkonfirmasi positif dan meninggal dunia 14 orang meninggal dunia.

Bupati Luwu Timur, Budiman mengaku akan menekan laju penyabaran di virus Corona dengan membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah). Ini disampaikan pada saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19 di Aula Sasana Praja dengan Tim Satgas Covid, Kamis (29/07/21).

“Meningkatnya kasus Corona bulan ini salah satu penyebabnya yakni kerumunan di sebuah pesta pernikahan dan Kematian. Jadi perlu langkah strategis untuk menekannya agar angka kasus Covid -19 di Luwu Timur kembali melandai,” ujarnya dikutip laman humas Pemkab Luwu Timur.

Bahkan upaya dilakukan Bupati Budiman, salah satu akan dilakukan adalah penundaan pesta, jika ada warga yang punya hajatan melaksanakan pesta pernikahan dan undangan terlanjur beredar, diminta tim Satgas melakukan pengendalian, Satpol PP, Polisi dan TNI turun memastikan prokes dilaksanakan.

“Bukan di batalkan, namun diminta untuk ditunda sampai situasi Covid di wilayah tersebut melandai, termasuk acara kematian juga tidak bisa lagi mengumpulkan banyak orang dan harus ketat protokol kesehatannya,” katanya.

Namun, pernyataan Bupati Luwu Timur itu dianggap ‘setengah hati’ karena dikabarkan telah menghadiri undangan pesta pernikahan di Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (31/07/21), Pukul 20;00 Wita malam.

Menurut pengakuan warga yang turut hadir pesta itu mengatakan selain bupati Luwu Timur yang hadir dan banyak pejabat lainnya mulai dari kepala Dinas, Camat hingga desa.

“Ada Bupati hadiri itu pesta dan kepala dinas lainnya,” ungkap salah satu undangan ikut pesta itu.

Ia pun mengaku di pesta pernikahan itu cukup ramai dikunjungi masyarakat. “Katanya sih undanganya beredar ada sekitar seribuan. Para tamu undangan yang hadir mulai pagi sampai malam sekitar pukul 21:00 Wita,” akunya.

Sementara di konfirmasi Kanit Reskrim Polsek Mangkutana, IPDA Muhammad Mubin mengaku tidak akan mengeluarkan izin keramaian dari bentuk apapun di tengah PPKM saat ini baik itu hajatan pesta perkawinan.

“Kami sudah berkomitmen bersama pemerintah setempat untuk tidak mengeluarkan izin dalam bentuk apapun. Hal ini dilakukan untuk menekan laju penularan covid di Luwu Timur yang sekarang ini kasus positif cukup tinggi,” ungkapnya.

Adapun wilayah pengamanan Polsek Mangkutana terbagai atas tiga kecamatan di Luwu Timur diantaranya, Kecamatan Mangkutana, Kalaena dan Tomoni. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button