Empat Orang Diperiksa di Polsek Mangkutana Atas Dero di Tengah PPKM

“Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Mangkutana. Maka selanjutnya, kami melakukan koordinasi kepihak Satgas Covid Luwu Timur meminta petunjuk sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Edaran Bupati yang dikeluarkanya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mangkutana, IPDA Muhammad Mubin, di konfirmasi Newsurban.id, Selasa (03/08/21).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Kanit Reskrim Polsek Mangkutana, IPDA Muhammad Mubin mengatakan telah melakukan pemanggilan empat orang pasca viralnya video tarian dero di tengah pemerintah daerah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa Non Blok, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kami sudah melakukan pemanggilan empat orang dianggap bertanggung jawab atas adanya hiburan Dero di tengah pemerintah daerah menerapkan PPKM untuk mencegah penularan penyebaran Covid-19 yang melonjak tinggi saat ini,” ungkapnya, di konfirmasi Newsurban.id, Selasa (03/08/21).

Empat orang itu, kata Mubin diantaranya dua orang perwakilan keluarga pemilik hajatan, kepala desa dan kepala dusun di daerah tersebut.

Baca juga: Video Tarian Dero di Kecamatan Kalaena Luwu Timur Terlihat Tidak Patuhi Prokes

“Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Mangkutana. Maka selanjutnya, kami melakukan koordinasi kepihak Satgas Covid Luwu Timur meminta petunjuk sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Edaran Bupati yang dikeluarkanya,” ujarnya.

Mubin mengaku terselenggaranya kegiatan Dero di malam itu atas desak anak muda. Walaupun, lanjutnya, kepala desa setempat melarang untuk melaksanakannya.

“Pak desa telah melarang untuk menggelar Dero. Hanya saja, didesak oleh anak muda tak terbendung sehingga tetap terlaksana dengan pertimbangan tidak terjadi konflik. Tapi kan, pak desa terlebih dulu berkoordinasi dengan kami (Polsek) dan pak camat untuk mengeluarkan kebijakan itu,” katanya.

Dengan adanya kasus ini, pihak polsek dan camat Kalaena telah mengeluarkan kesepakatan tidak ada lagi hajatan peserta penikahan. “Terkecuali undangan terlanjur beredar tetap dilaksanakan. Boleh dilakukan dengan syarat protokol kesehatan secara ketat dengan cara penanggung jawab pesta harus melakukan prasmanan (Nasi Kotak) untuk tamu undangan dan tidak ada alat musik (Elektone) di tempat pesta,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Budiman “Setengah Hati” Tangani Covid di Luwu Timur, Ini Faktanya!

“Itu hanya berlaku bagi undangan sudah beredar pertanggal 02 sampai 12 Agustus 2021 mendatang,” tambah Kanit Reskrim Polsek Mangkutana.

Diberitakan sebelumnya, Newsurban.id, sebuah video beredar luas melakukan tarian Dero salah satu di pesta hajatan, tepatnya di Dusun Taripa, Desa Non Blok, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, di tengah pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Video Dero direkam oleh pesta Dero Jumat (30/07/21) pukul 22.30 Wita. Vidoe itu menujukkan tidak mematahui Protokol Kesehatan (Prokes), tidak menjaga jarak dan tidak pake masker. Bahkan peserta yang mengikuti tarian Dero itu tak sungkan saling berpegang tangan dengan lantungan musik.

Tari Dero sendiri diketahui merupakan tarian yang berasal dari Suku Pamona. Tarian itu dilakukan sebagai bagian dari pesta adat, upacara adat, pesta panen raya, ungkapan rasa syukur. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button