Walikota Hadi Minta Pelaku Usaha Taati Prokes untuk Keluar dari Pandemi

“Harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, membatasi pengunjung yang datang. Kesadaran ini harus tumbuh dalam diri pelaku usaha itu sendiri untuk taat Prokes.” Walikota Palu H Hadianto Rasyid.

PALU, NEWSURBAN.ID — Walikota Palu H Hadianto Rasyid meminta kepada pelaku usaha taati protokol kesehatan (Prokes) mengingat pandemi Covid-19 di wilayah Kota Palu masih melanda.

Gambaran ini disampaikan saat pertemuan dengan pemilik usaha cafe di hutan kota Palu dilaksanakan di ruang kerja wali kota Palu pada Kamis (5/8/2021) pagi.

“Harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, membatasi pengunjung yang datang. Kesadaran ini harus tumbuh dalam diri pelaku usaha itu sendiri untuk taat Prokes,”katanya.

Baca Juga: Hadiri Vaksinasi Massal untuk Pelajar, Adnan Harap Belajar Tatap Muka Bisa Segera Dilakukan

Hadi mengatakan, apabila pelaku usaha ingin usahanya tetap buka, maka taatilah protokol kesehatan. Pelaku usaha kata Hadi harus berani menegur pengunjung yang tidak taat prokes.

“Baik itu rumah makan, restoran atau cafe harus bisa berperan aktif dalam pelaksanaan Prokes Covid-19, jika ingin usaha yang dilaksanakan bisa berjalan baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan lingkungan agar baik pemilik usaha terjaga kesehatannya terlebih lagi bagi pengunjung yang datang,” tutur Hadi.

Baca Juga: Habib Saggaf Aljufri Wafat, Walikota Hadi Minta Warga Pasang Bendera Setengah Tiang

Di tengah penerapan PPKM Level 4 saat ini, lanjut Hadi pembatasan sangat ketat. Kalaupun ingin makan atau minum, waktunya juga dibatasi hanya 30 menit atau 20 menit saja dan lebih banyak bungkus dan bawa pulang.

Dalam pengawasan tempat usaha beber Hadi, tidak selamanya petugas ada di lapangan untuk selalu mengingatkan. Sebab jumlah petugas sangat terbatas, sehingga sangat dibutuhkan kesadaran dari pelaku usaha itu sendiri untuk bersama sama mengendalikan Covid-19 dalam menerapkan Prokes yang sangat ketat.

Baca Juga: Cegah Penularan Corona, Dinkes Kota Palu Latih Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19

“Poin utamanya, pelaku usaha dengan kesadaran sendiri harus menataati prokes dengan ketat, kita jangan abai sebab pengendalian Covid-19 semuanya sangat ditentukan oleh kita semua,” urainya.

Prokes dimaksud jelas Hadi adalah membatasi jumlah pengunjung sebesar 30persen dari kapasitas lapak. Juga mengatur pembeli untuk menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker.

Baca Juga: Tak Miliki Izin, Tim Gabungan Kota Palu Peringatkan Penyelenggara Hajatan Pernikahan Taat Prokes

“Jika pedagang bisa berkomitmen melaksanakan hal itu, maka kelonggaran bisa diberikan mulai tanggal 10 Agustus 2021. Kelonggaran belum dapat dilakukan saat ini karena edaran pengetatan PPKM sudah terlanjur diterbitkan hingga tanggal 9 Agustus 2021,” pungkas Hadi. (ysf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button