Sosper, Anton Paul Goni: Ruang Terbuka Hijau Adalah Paru-paru Kota

“Makanya kalau bangun rumah perlu disiapkan sedikit lahan untuk menanam pohon dan merawatnya. Agar kita bisa menghirup udara segar.” Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Hotel Grand Celino, Kamis (26/8/2021).

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Makassar Aryati Puspa Abadi dan Akademisi Sulkifli Nurdin

Anton Paul Goni mengatakan, Perda ini sangat erat hubungannya dengan paru-paru Kota Makassar. Ruang terbuka hijau sangat diperlukan.

“Makanya kalau bangun rumah perlu disiapkan sedikit lahan untuk menanam pohon dan merawatnya. Agar kita bisa menghirup udara segar,” ungkapnya.

Politisi PDIP itu mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah menyiapkan tempat terbuka hijau agar bisa mencegah banyaknya polusi.

“Makanya kita warga Makassar bisa berkunjung ke tempat-tempat yang telah disediakan pemerintah dan jangan sampai dirusak,” paparnya.

Ia juga meminta agar setiap pembangunan perumahan seharusnya harus disediakan terlebih dahulu untuk menyiapkan tempat terbuka hijau.

“Apabila ibu punya rencana membangun rumah harus tentukan dulu ada tidak ruang terbuka hijau. Melalui Perda ini bapak/ibu akan punya wawasan dan pengetahuan,” jelas Anggota Komisi A DPRD Makassar itu.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Aryati Puspa Abadi mengatakan, dalam membangun ruang terbuka hijau perlu ada kemitraan yang dilakukan

“Perlu ada kemitraan karena luas lahan cukup besar. Target ketersediaan ruang terbuka hijau untuk Kota Makassar yakni 30 persen. Makassar masih 8 persen, kita harus bekerja keras, kita harus menyiapkan kemitraan, semua stakeholder harus bisa terlibat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ruang terbuka hijau bisa dimanfaatkan semua masyarakat Kota Makassar.

“Masyarakat punya hak untuk bisa menikmati penataan ruang terbuka hijau. Masyarakat juga punya kewajiban mentaati rencana penataan, memanfaatkan ruang terbuka hijau sesuai dengan izin. Mematuhi ketentuan ruang terbuka hijau dan memberikan izin terhadap kawasan sebagai milik ketentuan umum,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Sulkifli Nurdin mengatakan, setiap warga negara berhak mengetahui penataan ruang terbuka hijau.

“Masyarakat juga menikmati nilai ruang kota sebagai akibat penataan dan pengelolaan ruang terbuka hijau,” jelasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button