Dewan Anggap Pemkot Makassar Lempar Tanggung Jawab

Lahan Warga Tertimbun Sampah TPA

“Kami meminta agar DLH bersama Pertanahan berunding dengan pemilik lahan untuk segera melakukan pembebasan. Apalagi telah ada realisasi pembebasan sebesar Rp12 milliar.” Anggota DPRD Makassar Andi Suharmika.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Anggota Komisi C DPRD Makassar Andi Suharmika menilai Pemkot Makassar lempar tanggung jawab soal keluhan warga yang lahannya ditimbun sampah TPA.

Suharmika mengkritisi lambannya penanganan lahan tersebut oleh Pemkot Makassar, dia menilai pemerintah tak serius dan cenderung saling lempar tanggung jawab.

“Mereka ini dipimpong sana-sini, ini masalah sudah lama, dari kemarin dia bilang mau selesaikan tapi tak kunjung selesai,” ujar Suharmika saat menggelar RDP dengan pihak pemilik lahan dan Pemkot Makassar beberapa waku lalu.

Semestinya, kata dia, ada bentuk kompensasi, apalagi dari laporan lahan tersebut sudah tertimbun selama 3 tahun.

“Kami meminta agar DLH bersama Pertanahan berunding dengan pemilik lahan untuk segera melakukan pembebasan. Apalagi telah ada realisasi pembebasan sebesar Rp12 milliar,” tandas Politisi Golkar itu.

Sementara itu, perwakilan pemilik lahan Ayuzar daeng Siping mengatakan ada tiga lahan yang saat ini tertimbun di TPA tersebut, diantaranya lahan milik Usman Hasbullah dengan luasan 450 m² di wilayah bintang lima. Lahan tersebut sudah sepenuhnya tertutup.

Pemilik kedua yaitu Arifin yang memiliki dua lokasi dengan luasan 3500 m², salah satu lokasinya tertimbun sampah seluas 30%. Pemilik ketiga yaitu Rahmat di wilayah timur TPA yang belum disebutkan luasannya, hanya saja sampah sudah menjalar hingga 10 meter dari lahannya.

“Kami merasa dirugikan. Kalau kami tidak adukan visa lebih banyak lagi seperti itu. Kami memohon ke dewan untuk jadi penyambung pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap agar pemeritnah kota Makassar utamanya UPTD TPA Tamangapa bertanggung jawab untuk memindahkan sampah tersebut.

Kepala UPTD TPA Tamangapa Rahim mengakui cukup kewalahan dalam menangani sampah di TPA.

Kondisinya yang overload dan perlahan-lahan merembes ke lahan warga sama sekali bukanlah bentuk kesengajaan. Terlebih dirinya tidak mengetahui pasti batasan lahan milik pemerintah kota.

“Kemarin kan ada pembebasan lahan bintang 5, terus masalah lahan yang bapak ajukan, kami tidak tahu bahwa ini pemiliknya. Saya baru kenal ini bapak-bapak yang dua orang ini, kalau daeng Sikki (salah seorang pemilik) sudah biasa dan juga tanah yang kita kelola di sana, kami tidak tahu batas yang mana milik pemkot jadi ini yang masalah,” katanya.

Sementara rapat diputuskan untuk dipending menunggu kelengkapan SKPD terkait. Rekomendasi sementara, sampah diminta untuk segera dipindahkan agar batas-batas lahan terlihat dengan jelas. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button