Wawali Reny Luncurkan Literasi Guru “Cahaya di Langit Tadulako”

Pemerintah mendorong para guru, penulis, dan sastrawan di Kota Palu untuk terus berkreasi. Itu ditandai dengan diluncurkannya literasi guru “Cahaya di Langit Tadulako”.

PALU, NEWSURBAN.ID — Wakil Walikota Palu Reny A Lamadjido menghadiri sekaligus meluncurkan buku Ruang Literasi Guru Provinsi Sulteng bertajuk “Cahaya di Langit Tadulako”, di ruang rapat Bantaya Kantor Walikota Palu, Kamis (2/9/2021).

Wawali Reny menyebutkan bahwa dengan diterbitkannya antologi cerpen ini, menjadi ruang kreativitas para penulis Sulteng khususnya Kota Palu.

“Yang berprofesi sebagai guru agar tetap berkarya dan mengenalkan sosial budaya kota Palu,” kata Reny saat peluncuran “Cahaya di Langit Tadulako” yang dihadiri Ketua PGRI Kota Palu H Hardi, Ketua Ruang Literasi Guru Provinsi Sulteng Hj Suryani, serta para guru, penulis kumpulan buku “Cahaya di Langit Tadulako”.

Baca Juga: Hadianto-dr Reny Berkomitmen Jadikan Kota Palu Bersih dan Nyaman

Reny berharap, peluncuran buku ini memotivasi para guru, penulis, dan sastrawatan untuk terus berkreasi. “Semoga ini menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk tetap menulis dan menghasilkan karya karya terbaiknya,” harap Reny.

Senada disampaikan ketua PGRI Kota Palu Hardi, yang sangat mengapresiasi para guru yang telah membuat buku Cahaya di Langit Tadulako. Hal ini melahirkan ide dan gagasan yang sarat dengan makna kehidupan sosial.

“Saya menginginkan semua guru di kota Palu memiliki ide kreatif yang bisa dituangkan melalui tulisan yang bisa menginspirasi semua guru agar bisa membuat karya berdasarkan pengalamannya,” kata Hardi.

Baca Juga: Hadianto-Reny Hadiri Peresmian Jalan R Soeprapto di Huntap Tondo

Di waktu bersamaan buku yang berdasarkan pengalaman saat berada di luar negeri juga dilauncing yakni buku berjudul “Menggapai Salju di Beijing”. Buku tersebut merupakan karya Emi Indra guru berprestasi tingkat nasional dari SMPN 1 Palu.

Buku tersebut mengisahkan perjalanan dan perjuangan untuk menjadi orang sukses. Berawal dari kehidupan penulis yang sangat terbatas di kampung, namun pada akhirnya bisa berkeliling Infonesia dengan gratis dan mendapat penghargaan ke Negeri Tirai Bambu. (hms/ysf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button