Punya Arung Jeram Menantang, Sumantipal Diusulkan Menjadi Desa Wisata

Bupati Laura berharap jika nantinya sudah menyandang status sebagai desa wisata, maka pengembangan objek wisata arung jeram di Desa Sumantipal bisa lebih optimal.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menyerahkan dokumen usulan Desa Sumantipal di Kecamatan Lumbis Pansiangan menjadi desa wisata kepada Kemenparekraf.

Dokumen usulan itu disampaikan pada saat zoom meeting kegiatan penyerahan dokumen desa wisata baru binaan Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (Asprindo), Senin (6/9).

Desa Sumantipal yang awalnya diusulkan oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid untuk menjadi Desa Wisata segera ditindaklanjuti dan diinventarisir oleh Pemprov Kaltara menjadi usulan Desa Wisata dari Provinsi Kalimantan Utara bersama Desa Ardimulyo dan Metun Sajau di Kabupaten Bulungan, dan Desa Pulau Sapi di Kabupaten Malinau, dan UMKM Karang Rejo di Tarakan.

Bupati Laura berharap jika nantinya sudah menyandang status sebagai desa wisata, maka pengembangan objek wisata arung jeram di Desa Sumantipal bisa lebih optimal.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Nunukan Drs. Syafarudin menyampaikan bahwa usulan menjadi desa wisata juga memuat proposal pengembangan potensi kepariwisataan di masing – masing desa, termasuk permohonan bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Syafarudin mengatakan, Desa Sumantipal sebetulnya sudah beberapa kali mendapat bantuan dari Kemenparekraf, antara lain peralatan jet ski dan arung jeram. Di Desa Sumantipal juga sudah dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat juga sudah diberikan pelatihan pengelolaan home stay.

“Alhamdulilah sudah ada beberapa bantuan yang sudah diberikan untuk pengembangan objek wisata di Desa Sumantipal, tetapi untuk lebih melengkapinya maka diusulkan lagi beberapa item bantuan yang dibutuhkan. Mudah-mudahan dengan semakin lengkap sarana dan prasarananya maka objek wisata itu bisa semakin menarik untuk dikunjungi para wisatawan,” kata Syafarudin.

Sementara itu, Bantuan peralatan jet ski dan arung jeram yang diterima dari Kemenparekraf saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Di akun facebook pribadinya, Camat Lumbis Pansiangan Lumbis sering memposting photo – photo dan video yang menampilkan kegiatan masyarakat yang tengah belajar mengarungi jeram menggunakan perahu karet dan jet ski.

Wilayah Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu memang dikenal memiliki keindahan alam yang luar biasa dan puluhan jeram yang sangat menantang adrenalin, namun sulitnya akses untuk mencapai lokasi tersebut masih menjadi hambatan yang harus dipecahkan bersama. Saat ini masih dibutuhkan waktu setidaknya 4 jam menggunakan long boat untuk bisa sampai di lokasi yang juga berbatasan dengan wilayah Malaysia tersebut. (hm/ad)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button