Ajak TNI Perang Terbuka, OPM Minta Warga Sipil Kosongkan Maybrat

Papua kembali memanas. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyerukan perang terhadap aparat TNI-Polri di wilayah Maybrat, Papua Barat usai penyerangan terhadap Pos Ranmil.

PAPUA, NEWSURBAN.ID — Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom meminta masyarakat sipil agar meninggalkan wilayah tersebut dan berpindah ke Kota Sorong.

“Kami berikan peringatan kepada masyarakat imigran, orang Indonesia yang ada di wilayah perang sekarang, di wilayah Kodap 4 Sorong untuk segera tinggalkan wilayah itu dan pindah ke Kota Sorong, wilayah itu perang tidak akan berhenti,” kata Sebby dalam keterangannya, Selasa (7/9).

Baca Juga: Empat Jenazah TNI Korban Penyerangan Pos Koramil Kisor Dipulangkan Hari Ini, Dua Diterbangkan ke Sulsel

Sebby mengatakan, bahwa pihaknya akan gencar melakukan perang dengan militer Indonesia. Ia mencontohkan, kontak senjata yang terjadi pada Minggu (5/9) kemarin di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Maybarat, Papua Barat.

Menurut dia, TPNPB-OPM yang kini dicap pemerintah sebagai kelompok teroris bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan terhadap rombongan Komando Resor Militer (Korem) 181/Praja Vira Tama tersebut.

“Baku tembak kemarin di Maybrat, putus jembatan, lalu kubangan kayu itu dilakukan murni oleh pasukan TPNPB OPM,” ucapnya lagi.

Dia mengklaim, upaya peperangan tersebut akan dilakukan terus menerus hingga mencapai Kemerdekaan.

Baca Juga: Empat Prajurit TNI Tewas, Pos Koramil Papua Barat Diserang KKB

TPNPB OPM merupakan bagian dari gerakan separatis besenjata di Papua. Mereka kerap terlibat kontak senjata dengan aparat di Bumi Cenderawasih. Belakangan, pemerintah menetapkan kelompok ini sebagai teroris.

“Kami sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan para TNI-Polri anda segera hentikan operasi militer,” tukas Sebby.

Sebagai informasi, eskalasi situasi di Maybrat tengah meningkat pasca penyerangan Pos Ranmil Kisor pada Kamis (2/9) dini hari sekira pukul 04.00 WIT. Akibatnya, empat prajurit TNI meninggal dunia.

TNI memperkirakan ada puluhan anggota kelompok separatis pejuang kemerdekaan Papua yang melakukan penyerangan. Sementara, anggota yang bertugas menjaga Posamil itu tak sebanding.

Baca Juga: Teroris KKB Kembali Bakar Pusat Belajar Masyarakat di Papua

Belum lagi, kata dia, terdapat juga sejumlah prajurit TNI yang masih beristirahat. Sehingga, penyerangan itu tak dapat dilawan oleh TNI.

Namun demikian, Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyatakan bakal menjamin keselamatan masyarakat pasca penyerangan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang apabila ada yang merasa masih merasa ketakutan, saya memberikan jaminan keselamatan masyarakat,” kata Nyoman dalam keterangan tertulis saat mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (4/9). (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button