Pemkab Nunukan Ajukan Rancangan KUA PPAS 2022 ke Dewan, Proyeksi Belanja dan Pendapatan Dipangkas

Kondisi pandemi yang menggerus perekonomi berdampak pada kemampuan belanja pemerintah. Mengadaptasi kondisi itu, Pemkab Nunukan merancang KUA PPAS 2022 dengan mengoreksi proyeksi pendapatan maupun belanja.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Senin 6 September 2021.

Hanafiah mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Kemendagri mengeluarkan beberapa peraturan terkait pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2022,  yang intinya menekankan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Baca Juga: Wabup Hanafiah Tinjau Kebakaran Ruangan Keuangan RSUD Nunukan, Penyebab Masih Diinvestigasi Polisi

“Mengikuti kebijakan nasional dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, maka tema pembangunan di Kabupaten Nunukan tahun 2022 berorientasi pada penguatan ekonomi melalui pengembangan potensi unggulan yang berkelanjutan,” jelas Hanafiah dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa Hafid.

Berpedoman pada regulasi itu, Kabupaten Nunukan merancang kebijakan makro dengan sasaran indeks pembangunan manusia 66,04, angka kemiskinan 6,21 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,01 persen, pertumbuhan ekonomi 3,72 persen, dan gini ratio 0,28 persen.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik RPJMD Nunukan, Bupati Laura Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Sementara pendapat dan belanja dikoreksi turun. Proyeksi pendapatan sebesar Rp1,098 triliun turun 18,09 persen (Rp198, 64 miliar) dibandingkan dengan proyeksi pendapatan APBD Pokok 2021 sebesar Rp1, 296 miliar.

Menurut Hanafiah, perubahan koreksi proyeksi pendapatan 2022 karena penurunan penerimaan pendapatan asli daerah, terutama pajak dan retribusi daerah.

Baca Juga: Dibahas di Dewan, Begini Jawaban Pemkab Nunukan Tentang Dua Ranperda

Untuk anggaran belanja tahun 2022, direncanakan sebesar Rp1,118 triliun atau lebih rendah dibandingkan dengan anggaran tahun 2021 yaitu sebesar Rp1,323 triliun.

Anggaran belanja operasional tahun 2022 turun sebesar Rp70,30 miliar dibanding 2021 sebesar Rp829,30 miliar. Penurunan belanja operasional mencakup belanja barang dan jasa turun sebesar Rp98,35 miliar atau 39,52 persen, belanja hibah turun sebesar Rp4,86 miliar atau 43,91 persen dan belanja bantuan sosial turun sebesar Rp19,87 juta atau 0,86 persen.

Baca Juga: DPRD Nunukan Dukung Upaya Pemkab Benahi Birokrasi

Tak hanya itu. Anggaran belanja modal tahun 2022 direncanakan pada 2022 hanya sebesar Rp70, 501 miliar. Namun belanja tak terduga diproyeksikan naik sebesar 50,7 persen dari Rp14.586.262.419 menjadi Rp21.982.306.000. Sedangkan, penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp30,486 miliar, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3 miliar.

“Kami berharap apa yang disampaikan hari ini, dapat cepat dibahas dan disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Nunukan,” harap Hanafiah. (ad/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button