2024, Pemkab Nunukan Target Prevalensi Stunting 14 Persen

Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan angka prevalensi stunting pada 2024 sebesar 14 persen.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) melaksanakan Rembuk Stunting dengan mengusung tema “Bersama Bergerak Mempercepat Penurunan Stunting” bertempat di Ruang VIP Lt. IV Kantor Bupati Nunukan, Kamis (9/9/2021).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Kasi Gizi Kesga Dinkes Provinsi kaltara Dadang Hermanto, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Meinstar Tololiu, Sekretaris Bapedda Litbang Wilson beserta jajarannya.

Baca Juga: Hadiri Peluncuran Pengelolaan Bersama MCP, Bupati Laura-Wabup Hanafiah Dengarkan Pesan Mendagri

Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah mengatakan dalam sambutannya bahwa menurut World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, batasan stunting suatu wilayah adalah sebesar 20 persen secara nasional prevalensi stunting menurun dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen.

Meskipun angka prevalensi secara nasional terus menurun kata dia, angka tersebut masih jauh dari batasan yang ditetapkan oleh WHO.

Pada tahun 2018 jumlah stunting sebesar 27 persen, kemudian tahun 2019 sebesar 26 persen dan tahun 2020 menurun 20 persen. Sementara, Presiden Indonesia telah menetapkan target sebesar 14 persen di tahun 2024 mendatang.

“selaku kepala daerah, saya sangat mendukung dilaksanakannya rembuk stunting untuk mengantisipasi bertambahnya balita stunting dan perlu adanya strategi penanganan secara komprehensif sekaligus merupakan salah satu aksi dari konvergensi percepatan penurunan stunting yang terintegrasi di Kabupaten,” ungkap Hanafiah.

“jumlah balita di Kabupaten Nunukan yang diukur pada tahun 2020 sebanyak 13.367 anak, jumlah balita pendek dan sangat pendek sebanyak 2.714 anak atau 20,3 persen dari total balita yang ada. Kondisi tersebut menjadi tantangan kita untuk diselesaikan pada tahun mendatang sesuai target sebesar 14 persen,” tuturnya.

Hanafiah yang membuka rembuk stunting juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat, sebagai Desa Terbaik Percepatan Penurunan Stunting. (hm/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button