Trending

Badawi Pertanyakan Dana Hibah Golkar di Masa Kemimpinan Alm Husler

Dana Hibah Golkar Luwu Timur di Masa Kemimpinan Husler Terkumpul Ditaksir Rp 1,2 Miliar

Ketua fraksi Golkar Luwu Timur, Badawi Alwi merincikan sejumlah dana masuk di kas organisasi kurang lebih 1,2 miliar, diantaranya dana ditinggalkan Andi Hatta setengah miliar di tambah kurang lebih 150 juta pertahunan selama lima tahun.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Ketua fraksi Golkar Luwu Timur, Badawi Alwi mempertanyakan penggunaan bantuan keuangan pemerintah daerah ke Partai Golkar Luwu Timur.

Menurutnya, pengunaan dana tersebut tidak transparan di masa almarhum Muhammad Thoriq Hulser memimpin partai Golkar Luwu Timur.

“Di mana alm (Husler) memimpin partai golkar penggunaan dana hibah itu mulai tidak transparan,” ungkapnya, saat di wawancarai newsurban.id, Kamis (09//09/21).

Di masa jabatan Andi Hatta memimpin Golkar Luwu Timur banyak uang tersimpan di kas organisasi. Setelah alm Husler menjabat Golkar, kata Badawi, dana tersebut tinggal sedikit di kas organisasi.

“Diakhir kepengurusan Andi Hatta banyak uang simpan di kas partai sebanyak kurang lebih setengah Miliar. Setelah alam Husler menjabat dana itu tinggal sedikit sekali nda sampaimi Rp100 juta,” pungkasnya.

Badawi merincikan sejumlah dana masuk di kas organisasi kurang lebih Rp 1,2 miliar, diantaranya dana ditinggalkan Andi Hatta setengah miliar di tambah kurang lebih Rp 150 juta pertahunan selama lima tahun.

Bahkan, lanjutnya, selama kepengurusan alm Hulser tidak ada sama sekali kegiatan Golkar.

‚ÄúRakerda Golkar saja tidak pernah digelar sejak kepemimpinan almarhum Thorig Husler. Tapi kok, sisa saldo di rekening Partai Golkar hanya tinggal Rp 73 juta. Kemana dana lainnya?,” kata Badwawi anggota DPRD Luwu Timur ini.

Sementara itu, bendahara DPD II Partai golkar Luwu Timur, Heryanti Harun, mengatakan penggunaan dana partai selama ini digunakan sesuai arahan dan perintah ketua DPD II Alm Muh Thoriq Husler dan yang pasti diperuntukkan untuk kegiatan partai Golkar.

“Saya sebagai bendahara DPD II hanya mengikut perintah mengenai penggunaan anggaran. Jika ada kegiatan partai jelasnya anggaran itu digunakan untuk partai,” ungkapnya.

Jika penggunaan dana kepartaian dinilai tidak transparan, kata Heryanti, perlu di tanyakan kepada BPK. Karna setiap pengunaan dana tersebut pastinya diaudit oleh BPK setiap tahunya.

“Kalau memang dianggap tidak transparan, kan bisa diketahui melalui keuangan daerah yang telah melalui tahapan audit BPK setiap tahunnya,” ujarnya.

Heryanti pun menyayankan sikap salah satu kader golkar melakukan tudingan yang tak berdasar dan seolah-olah punya motif terselubung. “Kemana saja, baru kali ini Anda mempertanyakan hal itu. Kenapa baru meninggalnya Alm Husler baru mempertanyakan dana tersebut, ada apa? ,” katanya.

“Saya rasa tidak etislah, kita mempertanyakan hal itu dalam kondisi berduka. Sebaiknya kita doakan (Alm Husler) selamat dunia akhirat dan diampuni dosa-dosanya semasa hidupnya,” tutupnya (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button