Pesona Dhinda Salsabila, Atlet Sepatu Roda Papua

Atlet cantik Dhinda Salsabila akan memperkuat tim sepatu roda Papua, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan dimulai pada 22 September.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Bukan rahasia umum kalau di dunia olahraga tak hanya performa dan prestasi atlet yang menjadi sebuah daya tarik, tapi juga paras-paras cantik para atlet putri juga menjadi sihir yang ampuh untuk menghipnotis para penggemar olahraga.

Dhinda Salsabila, atlet berusia 18 tahun yang memperkuat tim sepatu roda Papua, akan menarik perhatian para pecinta olahraga dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan mulai bergulir pada 22 September mendatang di Bumi Papua.

Baca Juga Raih Medali di PON XX, Atlet Papua Bakal Terima Bonus Besar
Baca Juga Selamat! 5 Provinsi Amankan Tiket Eksibisi PON Papua Cabor eSports PES

Atlet putri kelahiran Pekanbaru 11 Agustus 2003 itu memiliki paras cantik yang bakal melelehkan hati kaum pria.

Tapi jangan salah, Dhinda tak hanya sekadar bermodalkan paras cantik. Atlet binaan klub sepatu roda asal Papua Cenderawasih Speed Skating itu punya segudang prestasi membanggakan yang menjadikannya idaman sempurna bagi kaum pria.

Prestasi yang ia torehkan bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di level internasional. Bersama sepatu rodanya, Dhinda bahkan sudah mengoleksi medali perak SEA Games 2019 di Filipina.

Di ajang Korean Open Short Track tahun 2019, Dhinda juga berhasil meraih medali emas dan medali perunggu. “Kalau di SEA Games 2019, saya tampil di ice skating dan saya dapat medali perak nomor relay 3000 putri. Di Korean Open Short Track 2019 di Korea Selatan, medali emas 500 meter dan perunggu 1000 meter,” ujar Dhinda kepada awak media olahraga INDOSPORT, Jumat (10/9/21).

“Prestasi nasional yang saya dapat waktu ikut Piala Ibu Negara dapat medali perunggu di nomor 5000 meter, di Bekasi Open saya dapat medali perak nomor 200 meter dan emas di nomor 500 meter,” lanjutnya.

Karier Dhinda sebagai atlet sepatu roda mendapatkan dukungan besar dari sang Mama. Perkenalananya dengan olahraga sepatu roda berawal dari tanah kelahirannya di Pekanbaru, Riau, ketika menjadi tuan rumah PON XV tahun 2012.

Ketika itu, Dhinda diajak oleh Mamanya untuk menyaksikan pertandingan cabang-cabang olahraga PON. Pas menonton pertandingan cabang olahraga sepatu roda, Dhinda langsung jatuh hati.

Berkat sang Mama, atlet yang dikenal periang itu langsung memantapkan pilihannya untuk fokus berlatih di olahraga sepatu roda. “Jadi awalnya itu pas PON tahun 2012 diadain di Kota kelahiran saya Pekanbaru, di situ mama saya mengajak nonton semua cabang olahraga, dan ya, saya langsung tertarik di olahraga sepatu roda. Setiap hari mama nganterin latihan dengan harapan saya bisa jadi atlet nasional. Dan akhirnya saya bisa jadi atlet seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Pada PON XX yang hanya tinggal menyisakan hitungan hari, Dhinda akan menjadi salah satu tumpuan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Papua untuk mempersembahkan medali emas.

Dari 12 atlet sepatu roda yang disiapkan oleh Porserosi Papua, Dhinda bersama rekannya, Jeremia Wihardja ditargetkan meraih medali emas, karena pengalaman keduanya di SEA Games 2019 Filipina.

Dhinda mengaku optimis bisa menyabet dua medali emas untuk Papua. “Porserosi menargetkan empat medali emas di PON XX. Dan Insya Allah saya optimis meraih dua medali emas untuk Papua,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button