Trending

Rusia Sebut Terorisme Sebagai Ancaman Bersama

Pesan Dubes Rusia Untuk AS pada Peringatan Tragedi 9/11

“Presiden Rusia Vladimir Putin adalah pemimpin dunia pertama yang menelepon rekan Amerika-nya, George W Bush, setelah serangan teroris itu,” ungkap Anatoly Antonov.

AS, NEWSURBAN.ID — Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov menyampaikan ikut merasakan kesedihan atas hilangnya nyawa yang tragis pada Tragedi 9/11. Pesan itu ia kirim khusus kepada mereka yang menghadiri acara peringatan untuk para korban 9/11 di peringatan Tear of Grief.

Serangkaian acara diadakan selama akhir pekan menandai peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang dan mendorong upaya militer di Afghanistan, yang baru saja berakhir.

Salah satunya acara diadakan di New Jersey di monumen Tear of Grief, Minggu (12/9), yang dibuat oleh pematung Rusia Zurab Tsereteli. Responden pertama dari News Jersey dan New York hadir, serta karyawan Konsulat Jenderal Rusia dari New York, dan banyak lainnya.

Antonov berbagi pesan dengan mereka yang hadir, mengatakan Rusia telah merasakan “solidaritas” dengan kesedihan AS atas hari itu selama 20 tahun terakhir. “Presiden Rusia Vladimir Putin adalah pemimpin dunia pertama yang menelepon rekan Amerika-nya, George W. Bush, setelah serangan teroris itu,” terang Antonov.

Antonov mencatat bahwa di antara para korban 9/11, beberapa adalah “orang Rusia dan imigran dari bekas Uni Soviet.”

Dia menyebut terorisme sebagai “ancaman global bersama” dan tampaknya melawan sentimen anti-Rusia saat ini yang dipegang oleh beberapa orang di lembaga politik AS. “Setiap upaya untuk menciptakan ‘pulau keamanan’ yang terisolasi di dunia modern yang saling terhubung adalah fana dan pasti akan gagal,” lanjutnya.

Menurutnya, kemenangan atas teroris hanya dapat dicapai melalui upaya bersama seluruh komunitas internasional.

“Tidak ada tempat untuk kecerobohan dan standar ganda dalam hal ini. Tidak dapat diterima untuk membagi teroris menjadi yang baik dan yang buruk,” ujarnya.

Monumen Jersey Tsereteli adalah salah satu dari banyak monumen di AS yang memperingati peristiwa tragis 9/11 dan banyak korbannya. Pematung yang berbasis di Moskow telah menyaksikan peristiwa hari itu terungkap di televisi, seperti yang dilakukan banyak orang AS, dan dia mencapai Ground Zero dalam hitungan minggu dan mendedikasikan dirinya untuk menciptakan monumen, yang sebenarnya disebut ‘To the Struggle Against World Terrorism’, tetapi lebih sering disebut sebagai ‘Tear of Grief’ atau ‘Tear of Sorrow’.

Karya ini adalah patung setinggi empat puluh lantai yang menampilkan tetesan air mata yang jatuh di celah di patung itu. Monumen itu didedikasikan pada 11 September 2006, dan Putin menyebutnya sebagai ‘hadiah dari rakyat Rusia’ kepada ‘AS’. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button