Trending

Temui Djusman AR, Ketum Manrapi Appakabaji’ Curhat

Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor. Para mantan napi yang dulu sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial Kemensos, kini sepi. Mereka lebih fokus mengurus usaha mikro yang juga terdampak pandemi. Ini curhatan ketuanya kepada dewan pembina.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Ketua Umum (Ketum) Mantan Narapidana (Manrapi) Appakabaji’ Makassar,  Nursalam Karsam (Salam) mengaku, sejak pandemi melanda Indonesia, juga berdampak pada aktivitas organisasi dan anggotanya.

“Tiap tahun ada bantuan. Tiap enam bulan ada kegiatan. Selama pandemi tidak ada kegiatan,” ungkap Salam, saat silaturahmi dengan Ketua Dewan Pembina ‘Manrapi Appakabaji’, Djusman AR di salah satu warkop sekitar Toddoppuli, Makassar, Selasa (14/9/2021) malam.

Selain sebagai bentuk silaturahmi antara Ketum dan Ketua Dewan Pembina, pertemuan itu juga membicarakan banyak hal sekaitan dengan program dan rencana kegiatan yang dilakukan oleh Manrapi Appakabaji.

Menurut Salam sebelum pandemi, banyak kegiatan dari Kementerian Sosial yang melibatkan lembaga Manrapi Appakabaji’. “Terakhir dapat bantuan sosial untuk  anggota, diundang dari kementerian (Kemensos) lalu bentuk tim untuk membuat usaha mandiri,” ungkapnya.

Bantuan yang diperoleh Manrapi Appakabaji dialokasikan untuk meningkatkan dan menjalankan usaha mandiri bagi anggotanya. “Untuk usaha press ban, warung makan, kue-kue tradisional, dan usaha produktif lainnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, semua anggotanya sudah punya usaha masing-masing. “Bantuan dari Kemensos sebagai stimulus bagi anggota untuk menjalankan usaha,” tambahnya.

Saat ini, jumlah anggota Manrapi Appakabaji sekira 280 KK tersebar di 14 kecamatan dalam Kota Makassar. “288 KK tersebut semua terdaftar di Kementerian Sosial,” ujarnya.

Syarat utama anggota yang bergabung dalam lembaganya, selain sebagai mantan Narapidana, juga bukan mantan Napi kasus Narkoba, Napiter, Pelecahan Seksual, dan Korupsi.

Lembaga ini Berdiri sejak tahun 2013, Manrapi Appakabaji juga terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Sementara itu, Djusman AR selaku Ketua Dewan Pembina juga selalu mengarahkan dan mensupport kegiatan lembaga tersebut yang berkaitan dengan kerja sosial, kepedulian dan kemasyarakatan yang bermanfaat.

“Saya mendukung karena setelah menjalani masa hukuman, mereka  sudah bermasyarakat dan mengabdi pada kegiatan sosial. Artinya tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidananya. Itulah salah satu fungsi kami selaku Ketua  Dewan Pembina. Tinggal kita arahkan untuk bisa bersinergi kepada pemerintah untuk penerapan dan pelaksanaan kebijakan yang baik,” kata Djusman.

Diketahui, Djusman  adalah penggiat antikorupsi yang memimpin beberapa lembaga, diantaranya, Koordinator Forum Komunikasi  Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, dan Tambahkan Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SiBUK) Sulsel. (ar/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button