Trending

Bea Cukai-Satpol PP Bone Sita Ribuan Batang Rokok Ilegal

Melalui Operasi Gempur Rokok Ilegal, petugas Bea Cukai Makassar bersama Satpol PP Kabupaten Bone menyita ribuan bungkus rokok ilegal.

BONE, NEWSURBAN.ID — Petugas Bea Cukai Makassar bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ribuan batang rokok ilegal, Rabu (15/9/2021).

Barang kena cukai hasil tembakau berbagai merk itu diamankan karena melanggar undang-undang nomor 39 Tahun 2007 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang cukai.

Tim gabungan ini mengamankan sekitar 21.140 batang Rokok/1.057 bungkus rokok ilegal dari 13 merek di Kabupaten Bone. Nilainya Rp21.562.800 yang berpotensi merugikan Negara sebesar Rp11.098.500.

Penyitaan rokok tersebut merupakan bagian dari program Bea Cukai yang dinamakan “Operasi Gempur Rokok Ilegal” yang juga dalam kegiatan pengawasan rutin terhadap peredaran Hasil Tembakau (HT) di berbagai daerah.

Pejabat Fungsional Bea Cukai Makassar Efie Thaha mengatakan setelah tim ini menyisir grosir-grosir besar di wilayah Bone.

“Ada 4 titik yang didatangi untuk mengidentifikasi adanya pedagang yang menjual rokok ilegal hasilnya kami mendapati adanya peredaran rokok ilegal di daerah tersebut,” ungkapnya.

Menurut Efie, sebagai fungsi Comunity Protector, Bea Cukai sering kali dihadapkan dengan maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.

“Rokok ilegal ini tentunya akan membuat fungsi cukai yaitu sebagai instrumen untuk pengendalian konsumsi dan peredaran, serta fungsi penerimaan negara menjadi tidak efektif,” ujar Efie.

Ia mengakui penyitaan rokok ilegal ini berkat sinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bone melalui Operasi Gempur Rokok ilegal.

“Selain melakukan pengawasan kita juga melakukan edukasi ke pedagang-pedagang agar bisa membedakan mana rokok yang dilekati pita cukai asli dan yang palsu sehingga para pedagang dapat menolak apabila ada oknum yang akan menitip rokok yang diduga ilegal,” jelas Efie.

Sementara itu Kasat Pol PP Bone Andi Akbar menyambut positif kegiatan ini.

“Ini menyangkut penerimaan negara jadi kami siap membantu Bea Cukai untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang selama ini diperjual belikan,” ungkapnya.

Rokok ilegal itu memiliki beberapa kriteria, khususnya yaitu rokok tanpa pita (polos), pita yang memang bukan diperuntukan, serta pita.

“Tapi bukan atas nama pabrik tersebut, sehingga kami di Bone mendapatkan pita yang memang bukan diperuntukan.

Selain itu,untuk meminimalisir dan mempersempit peredaran rokok ilegal di Bone, pihaknya juga akan melakukan langkah-langkah sosialisasi tentang kriteria rokok ilegal kepada masyarakat.

“Masih banyak pedagang rokok yang belum mengerti tentang ciri-ciri rokok mana yang legal dan yang mana ilegal,” jelasnya.

Ia juga berharap agar kerjasama ini bisa terjalin baik kedepannya dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di daerah Kabupaten Bone,” kata Andi Akbar. (fan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button