Halsen Salahkan DPMD Provinsi Belum Definitifkan Desa Arolipu

DMPD Provinsi Sulsel Tidak Kuasai Data Arolipu

“Kalau persyaratan administrasi dan seluruh dokumen yang diminta sebagai kelengkapan pemekaran desa berdasarkan hasil verifikasi dan evaluasi tim dari kementerian di kabupaten seratus persen sudah terpenuhi,” ungkap Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Halsen saat dikonfirmasi newsurban.id via WhastApp, Kamis (16/09/21).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Halsen mengatakan, proses pemekaran desa persiapan Arolipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, syarat adminsitrasi dan dokumenya sudah dinyatakan lengkap.

“Kalau persyaratan administrasi dan seluruh dokumen yang diminta sebagai kelengkapan pemekaran desa berdasarkan hasil verifikasi dan evaluasi tim dari kementerian di kabupaten seratus persen sudah terpenuhi,” ungkapnya saat dikonfirmasi newsurban.id via WhastApp, Kamis (16/09/21).

Yang menjadi masalah sehingga desa persiapan Arolipu belum juga diterbitkan nomor kode dari kementerian desa sampai sekarang. Menurut Halsen, kesalahan DPMD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menguasai data terkait desa Arolipu untuk dimekarkan.

“Cuma pada saat ekspose dilakukan provinsi di kementerian, mereka (DPMD Provinsi Sulsel) tidak kuasai datanya,” ujarnya.

Baca juga: Warga Wotu Ancam Boikot Pilkades Serentak di Luwu Timur

Sebelumnya, Warga Kecamatan Wotu mengancam akan memboikot Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Luwu Timur pada 02 November 2021 mendatang. Pemboikotan ini karena dinilai desa Arolipu sebagai desa persiapan tak kunjung jelas statusnya.

“Kami beri waktu lima kali 24 jam tak ada progres dilakukan oleh pemangku kebijakan. Kami tergabung pemuda dan tokoh masyarakat Wotu akan memboikot Pilkades di Luwu Timur. Serta kami akan melakukan aksi lebih besar lagi,” tegas Koordinator Lapangan (Korlap), Agil Nugraha dalam menggelar aksi di jalur dua, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Kamis (16/09/21).

Menurutnya, keberadaan desa Arolipu secara definitif adalah kebutuhan mendesak warga untuk percepatan pembangunan dan perekonomian masyarakat. Namun, kata Agil Pemerintah Daerah dan Dinas PMD Luwu Timur terkesan tidak serius menyelesaikan persoalan desa persiapan Arolipu.

“Warga menyesalkan tindakan pemerintah daerah dan dinas terkait belum mampu menyelesaikan persoalan desa persiapan Arolipu. Apa yang dikerjakan selama terkesan hanya menghabiskan keuangan daerah tanpa memberikan hasil positif bagi masyarakat Desa Arolipu,” tandasnya.

Bahkan, Agil menambahkan, pemerintah setempat dalam hal ini camat wotu juga terkesan kurang mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

“Kami juga masyarakat Arolipu menyesalkan sikap camat Wotu yang dianggap kurang mampu memfasilitasi pembentukan Desa Arolipu dari desa persiapan menjadi Desa definitif,” ungkapnya.

Diketahui, pembahasan tentang pemekaran desa Arolipu sudah jadikan Ranperda Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2019 lalu.

Persiapan Desa Arolipu sudah berjalan 4 tahun sejak diterbitkannya Perbup Luwu Timur Nomor 43 tahun 2017 tanggal 27 November 2017 dibentuk Desa Persiapan Arolipu. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button