Tiga Nakes Korban Teroris KKB Papua di Kiwirok Belum Ditemukan

TNI Terjunkan 57 Pasukan Batalyon 751 dan Satgas Nemangkawi

Sejumlah tenaga kesehatan di Kiwirok menjadi korban penyerangan teroris KKB Papua pimpinan Lamek Taplo. Tiga Nakes belum diketahui nasibnya, sementara delapan lainnya dinyatakan selamat.

PAPUA, NEWSURBAN.ID — Teroris KKB Papua pimpinan Lamek Taplo makin beringas. Mereka secara brutal menyerang fasilitas kesehatan. Korban dari penyerangan itu adalah tenga kesehatan atau Nakes.

Akibat penyerangan itu, tiga tenaga medis yang bertugas di fasilitas kesehatan Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, hingga kini belum diketahui nasibnya.

Ketiga tenaga medis tersebut masing-masing, Kristina Sampe Tonapa (perempuan 32 tahun), Gabriela Mei Lani (Perempuan umur 22 thn) dan Geral Sukoi (laki-laki umur 28 tahun).

“Saat kejadian itu, mereka mencoba menyelamatkan diri. Kita akan memperhitungkan keadaan taktis, medan untuk lakukan pencarian, karena sangat rawan di sana,” ungkap Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan.

Danrem mengatakan, jumlah nakes Puskesmas Kiwirok ada 11 orang, 8 orang berhasil diamankan di Pos TNI Kiwirok.

Delapan nakes tersebut 3 diantaranya mengalami luka-luka. Bahkan salah satunya menderita luka memar di wajah dan luka tusuk di kemaluan dan di paha kanan.

“Tiga tenaga medis ini ada yang kena panah di rusuk, kondisi stabil, satu korban perempuan mereka tusuk pahanya pakai sangkur dan satu lagi dipukul hingga babak belur,” jelas Darem lagi.

Sementara, untuk melakukan pengejaran TNI akan menerjunkan 27 personil dari Batalyon 751 dan 30 orang dari Satgas Nemangkawi.

Tak main-main, dia mengatakan akan menumpas kelompok separaris teroris pimpinan Lamek Taplo itu. “Target pengejaran kita hancurkan mereka, karena sudah nyata-nyata mereka menghambat pembangunan, bakar bank di Kiwirok.

Untuk memajukan Papua kita butuh generasi Papua yang cerdas tapi mereka bakar sekolah, kita butuh kesehatan, tapi mereka bakar fasilitas di sana.

Maka tak ada kata lain, kelompok teroris Lamek Taplo kita kejar dan tumpas mereka,” tutup Danrem.

Kelompok separatis pimpinan Lamek Taplo sebelumnya membakar sejumlah fasilitas umum di distrik tersebut.

Data yang dihimpun, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok dan SD Inpres Kiwirok ikut dibakar KKB.

Kelompok ini juga melakukan penembakan terhadap Koramil Kiwirok dan Polsek Kiwirok sekitar 8.45 WIT, sehingga TNI-Polri membalas tembakan.

Dari kejadian itu, satu personil TNI atas nama Prada Ansar terluka di tangan terkena serpihan peluru. (ar/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button