Trending

Kuasa Hukum NSDK Lakukan Langkah Serius Atas Kasus Pengeroyokan di Depan Kantor PMJ

Korban Alami Luka-luka Setelah Dikeroyok Belasan Orang

Dr. Moh Tahir Denreng mengatakan, dari hasil visum et repertum (visum) menunjukkan yang terima oleh kepolisian dari Puskemas, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

NUNUKAN UTARA, NEWSURBAN.ID — Dr. Moh Tahir Denreng mendampingi kliennya NSDK (18), melaporkan ke Polsek Nunukan atas kasus dugaan pengeroyokan, Rabu (22/09/21).

Korban NSDK, dapat pelakuan tidak sewajarnya setelah di keroyok belasan orang, hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya, di depan Kantor Pipit Mutiara Jaya (PMJ), jalan Sedadap, sekitar pukul 21:00 wita, Selasa (21/09/21).

“Saya dari kuasa hukum (NSDK), akan melanjutkan proses pelaporan,” ujar Moh Tahir, Rabu (22/09/21).

Menurutnya, penganiyaan yang di timpa NSDK adalah hal tidak sewajarnya. Kata Moh Tahir, pelaku melakukan penganiayaan korban dengan cara mengeroyok mengakibatkan korban mendapatkan luka cukup serius (luka berat).

Baca juga: Wabup Hanafiah Tinjau Kebakaran Ruangan Keuangan RSUD Nunukan, Penyebab Masih Diinvestigasi Polisi

“Dugaan pelanggaran pasal 351 ayat 2 dan pasal 170 sesuai dengan Undang-undang KUHP Pidana,” ungkapnya.

Moh Tahir menjelaskan, jika pasal 351 ayat 2 tentang penganiyaan mengakibatkan luka berat, yang bersalah di ancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Lanjutnya, pada pasal 170 tentang pengeroyokan dengan cara terang-terangan dan bersama menggunakan kekerasan terhadap orang lain. Maka di ancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Walaupun sebelumnya, Moh Tahir mengaku korban telah melakukan tindakan pencemaran nama baik. Namun hal itu tidak patut untuk mendapatkan perlakukan pengeroyokan hingga mengalami luka berat.

“Masa harus di tempeleng, di seret dan dikeroyok. Dan tidak perlu di hajar sampai seperti itu. Kasihan!,” terangnya.

Moh Tahir menambahkan, dari hasil visum et repertum (visum) menunjukkan yang terima oleh kepolisian dari Puskesmas, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Visum di terima oleh kepolisian terdapat memar di mata dan di wajah. Di bagian kepala, kaki dan tangan terdapat memar,” tandasnya.

Luka Korban

Kronologi Kejadian Pengeroyokan

Sementara, mengakuan saksi NN (18) mencerita pelaku sebanyak belasan orang mengeroyok.

Awalnya, kata dia, hanya masalah sepele. Korban dan pelaku janjian untuk menyelesaikan persoalan. Setibanya di lokasi, pelaku malah mengajak temannya sebanyak belasan orang.

“Kami datang menyelesaikan persoalan di depan kantor PMJ. Ketika sampai, tiba-tiba NSDK langsung di pukul. Saya juga turut di tampar dan mereka langsung menyerang,” ungkap pengakuan NN saat menemani korban.

“Kami tidak mengenal semua yang mengeroyok,” tambah dia.

Setelah melakukan pengeroyokan, kembali katanya, sempat melakukan meleraikan antara NSDK dan di duga pengeroyok.

“Setelah di keroyok. Habis itu kami pisahkan, tapi di suruh sparing atau I lawan I sama mereka. Tahu-tahunya kembali di pegang dan dikeroyok. Kami mau halangi sampai bajuku robek, keadaan juga gelap,” tutup NN.

Dikonfirmasi terpisah, Kepolisian Sektor (Polsek) Nunukan, mengatakan, sementara menanggani dan memanggil kedua kelompok tersebut untuk di mintai keterangan.

“Kita baru mintai keterangan dan kami tidak bisa memberikan penjelasan apapun. Nanti sama pimpinan saja langsung,” kata salah satu Petugas Polsek Nunukan yang piket. (**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button