Mantan Wabup Nunukan Faridil Murad Meninggal Dunia

Selamat Jalan Sang Perintis

Wakil Bupati Nunukan 2016-2021 H Faridil Murad meninggal dunia akibat serangan jantung. Faridil adalah salah satu tokoh kunci, perintis pembangunan berbagai infrastruktur di awal terbentuknya Pemerintah Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Wakil Bupati Nunukan periode 2016-2021 Ir H Faridil Murad SE, MT, meninggal dunia akibat serangan jantung, Selasa (21/9). Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan.

Masyarakat Kabupaten Nunukan dikagetkan dengan kepergian Faridil untuk selamanya. Betapa tidak, Faridil belum genap 4 bulan “pensiun” sebagai Wakil Bupati Nunukan mendampingi Hj Asmin Laura Hafid Periode 2016-2021.

Semasa hidup, anak kolong ini bahkan berangan-angan ingin mengisi hari-hari tuanya dengan berkumpul bersama keluarga di rumah. Tapi manusia hanya bisa berencana, Allah SWT ternyata punya rencana lain yang harus kita yakini jauh lebih indah.

Baca Juga: Periode Asmin Laura-Faridil Murad Berakhir: Terima Kasih Bang Haji!

Faridil Murad adalah seorang birokrat ulung. Perjalanan kariernya ditapaki secara konsisten dan step by step. Dimulai saat menjadi staf biasa di Dinas PU Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kemudian pindah di Kabupaten Bulungan, sampai akhirnya berhasil meraih posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Karena begitu “istiqomah” di dunia infrastruktur, maka jangan heran jika Faridil begitu “hapal mati” dengan seluk beluk dunia konstruksi.

Di awal-awal terbentuknya Pemerintah Kabupaten Nunukan, Faridil adalah termasuk salah satu tokoh kunci, tokoh perintis pembangunan berbagai infrastruktur.

Kantor Bupati Nunukan yang megah dan gagah, Gedung DPRD yang ikonik, RSUD, jalan dua arah di Nunukan Selatan, Siring atau Turap di Sungai Bolong yang sangat visioner dan mendapat pujian berbagai pihak. Begitu juga dengan Stadiun olah raga Sei Bilal, dan banyak infrastruktur penting di Kabupaten Nunukan lahir berkat sentuhan tangan dinginnya.

Suami dari Ana Megariana ini dikenal sebagai pimpinan yang sangat peduli dengan perjalanan karier anak buahnya. Dirinya selalu berpesan agar para ASN tidak gampang minder, tidak gampang puas, dan harus terus menjalin hubungan baik dengan senior-seniornya.

“Sepintar apapun kalian (ASN), kalau tidak punya jaringan yang baik dengan para seniormu maka jangan harap kariernya akan meningkat,” kata Faridil saat memberi pengarahan kepada para ASN seusai dirinya dilantik sebagai Wakil Bupati Nunukan.

Nasihatnya mungkin terdengar sedikit klise, tapi petuah ini ternyata terbukti ampuh. Beberapa anak buahnya semasa di Dinas PU berhasil menempati posisi puncak di berbagai dinas. Sebut saja Ir Helmy (Kepala Dinas PU), Jainuddin Palantara (Alm) – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah, Ir Sofyang Kepala Dinas PU, H Abdul Khalid Kepala Dinas Perhubungan.

Di kehidupan sosial, Faridil adalah sosok yang peduli dengan saudara – saudaranya sesama penduduk asli di bumi Kalimantan. Ia merindukan hubungan yang erat antara penduduk asli Kalimantan dengan para pendatang, tidak ada saling curiga, saling cemburu, apalagi saling melukai.

Maka untuk mewadahi cita-cita itu, dibuatlah organisasi sosial Bernama PUSAKA, Persekutuan Suku Asli Kalimantan.

Kini, lelaki berkumis tebal dengan senyuman yang manis ini telah pergi untuk selamanya. Selamat jalan Sang Pertintis! (hm/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button