Trending

Guber Unhas Kehilangan Uang Rp 1,3 Miliar, BRI Terkesan Bungkam

Nasabah Laporkan ke Polda Sulsel

Korban tertarik dan mendepositokan sejumlah uangnya sebanyak 8 kali penyetoran dengan total Rp 1,3 miliar, sejak 2013 silam.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Guru Besar (Gubes) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, mengaku kehilangan uangnya di bank BRI senilai Rp 1,3 miliar. Hal itu terungkap melalui pengacaran korban Jhody Pama’tan.

Sebelumnya, kata Jhody, pertama-tama korban di ajak untuk ikut sebuah program oleh karyawan bank dengan menjanjikan keuntungan cukup menggiurkan. Korban tertarik dan mendepositokan sejumlah uangnya sebanyak 8 kali penyetoran dengan total Rp 1,3 miliar, sejak 2013 silam.

“Korban memang sempat menerima bunga melalui transfer. Tapi belakangan pada 2019 saat itu Oktober. Korban mau cek uangnya kan. Ada keperluan keluarga,” terangnya.

Baca juga: Nasabah BRI Kehilangan Rp80 Juta di Rekeningnya, Begini Modusnya

“Tapi kagetnya, pihak BRI menilai dana tersebut tidak teregister dan tidak tercatat dalam sistem,” ujar Jhody kepada wartawan.

Korban, kata Jhody, kemudian menunjukkan bilyet deposito dari bank tersebut. Dan parahnya, bilyet tersebut tidak di pungkiri pihak BRI merupakan bilyet resmi banknya.

“Dia mengakui bilyet ini resmi. Tapi tetap menganggap dana itu nyatanya hilang dan tidak terdaftar dalam sistem. Dan itu kukuh di pertahankan pihak Bank BRI hingga beberapa kali pertemuan. Termasuk saat itu bertemu dengan pimpinan cabang. Ada management operasional dan di hadiri juga oleh legalnya. Bahkan terakhir itu di hadiri oleh pimpinan wilayahnya. Tapi tidak ada solusi,” ujarnya.

Korban Melaporkan ke Polda Sulsel

Somasi pun di layangkan. Hingga tiga kali, namun tetap tidak di tanggapi dan tidak ada itikad baik. Sehingga mau tidak mau korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel.

“Kita laporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel 16 September kemarin. Kita anggap ini sudah kejahatan perbankan. Kami menganggap ini bukan kesalahan oknum semata, tapi ini juga tanggung jawab pimpinan,” tukasnya.

Bagaimana tidak, kata Jhody, seharusnya jika dana hilang. Pihak bank harusnya melaporkan ini lebih dulu. “Tapi faktanya kan tidak di laporkan. Padahal ini kukuh dinyatakan hilang,” ujarnya.

“Intinya saat ini kita serahkan semua kepada pihak kepolisian. Mereka yang berwenang dan kami berharap kasus ini di bongkar, siapa yang bermain atas kejahatan perbankan,” pungkasnya.

Di konfirmasi, salah seorang legal kantor BRI cabang Ahmad Yani enggan memberikan komentar. Hingga berita ini dimuat. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button