Trending

Perda Perlindungan Anak, Fatma: Payung Hukum Lindungi dari Kekerasan

Perda Perlindungan Anak Cukup Penting Dimiliki Pemkot Makassar

“Bukan hanya pemerintah punya kewajiban untuk melindungi anak. Tetapi, masyarakat terutama orang tua. Semua di atur dalam perda tentang perlindungan anak,” ungkap Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin kembali menemui konstituen. Agendanya, mensosialisasikan peraturan daerah (perda) nomor 5 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak di Hotel Aston, Minggu (26/09/21).

Politisi Demokrat ini, pembuatan perda ini di sebut sebagai payung hukum untuk anak. Artinya, semua kebutuhan dan hak anak menjadi penting dan perhatian pemerintah. Sebab, ada sanksi bagi mereka yang melanggar perda ini.

“Perda ini bisa melindungi anak-anak kita dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Ini tujuan regulasi di buat,” jelas Fatma Wahyuddin.

Baca juga: Fatma Wahyuddin Sebut Perda PUG Menjadikan Legitimasi Kesetaraan

Sejak awal perencanaan regulasi ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar ini memberikan dukungan penuh untuk segera di sahkan. Sebab, Perda tentang Perlindungan Anak di nilai sangat penting untuk dimiliki pemerintah kota.

“Bukan hanya pemerintah punya kewajiban untuk melindungi anak. Tetapi, masyarakat terutama orang tua. Semua di atur dalam perda tentang perlindungan anak,” ungkapnya.

Ia mengajak peserta untuk membantu menyebarluaskan perda tentang perlindungan anak sehingga masyarakat tahu bahwa mereka memiliki kewajiban melindungi anak.

“Saya minta warga ikut membantu sebarluaskan perda di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Baca juga: Tarif Tak Jelas, Legislator Fatma Minta Revisi Perda Pelayanan Persampahan

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Kamelia Tantu menyampaikan, alasan lahirnya Perda ini yakni untuk melindungi anak-anak dari kejahatan orang dewasa. Mulai dari kasus kekerasan rumah tangga hingga yang terjadi di masyarakat berpotensi terus terjadi.

“Pemerintah wajib membuat aturan untuk melindungi anak-anak. Karena banyak kasus-kasus yang bisa mengarah pada kekerasan anak,” tukasnya.

“Regulasi ini mengatur, bahwa Pemerintah, Keluarga di Rumah tangga sampai pada lingkungan masyarakat wajib mengikuti aturan ini. Jika tidak, ada sanksi yang akan di berikan,” tambahnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button