Trending

ITB Kalla Gandeng ACT Bentuk Alumni Sociopreneur

Tekn MoU Untuk Berdayakan UMKM Berbasis Filantropi

ITB Kalla menganggandeng ACT mendampingi alumninya untuk mengembangkan kemampuan dalam memberdayakan UMKM berbasis filantropi.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Berbagai program kemanusiaan sociopreneur telah di gencarkan Aksi Cepat Tanggap (ACT), sejak awal pandemi. Program itu, untuk membangkitkan pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang sedang terpuruk.

Selaras dengan itu, Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla) mengandeng ACT Sulsel mendampingi alumninya mengembangkan kemampuan memberdayakan UMKM.

Diketahui, ITB Kalla adalah perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia. ITB Kalla mengemban spirit kewirausahaan, berwawasan global, berlandaskan moral agama untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia.

Pelibatan ACT Sulsel di tandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). MoU tersebut mencakup pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, ekonomi melalui UMKM antara ITB Kalla dan ACT Sulsel. MoU di teken di Nipah Mall Makassar.

Pihak ACT diwakili oleh Maskur selaku Kepala Cabang ACT Sulsel. Sementara ITB Kalla di wakili oleh Syamril selaku Rektor.

Penandatanganan MoU di hadiri Abdul Hakim dari Humas ITB Kalla, Firman dari Koordinator Implementator Program ACT Sulsel, dan Faizal Head of Marketing ACT Sulsel.

Melalui kesepakatan ini, mahasiswa ITB Kalla mendapatkan pendampingan khusus dari ACT. Pendampingan di lakukan dalam hal pengembangan kemampuan alumni untuk memberdayakan UMKM berbasis filantropi.

Baca Juga: Global Wakaf-ACT dan Pemprov Sulsel Sinergi Kebaikan Bangkitkan UMKM

Usai penandatanganan MoU, Syamril mengatakan, kerja sama dengan ACT bukan kali pertama.

“Ini bukan pertama kalinya kami beker jasama dengan ACT. Sebelumnya kami juga telah menggarap berbagai program kemanusiaan. Kali ini, kami ingin kembali bersinergi dalam bidang kemanusiaan melalui pemberdayaan ekonomi/UMKM bagi masyarakat berbasis filantropi,” jelas Syamril.

Sementara itu, Maskur mengatakan harapan ke depannya kolaborasi ini akan membentuk karakter lulusan ITB Kalla. Tak hanya sebagai entrepreneur andal, namun juga berjiwa sociopreneur.

“Jika entrepreneur pada umunya hanya fokus menghasilkan profit, sociopreneur yang berfokus membuat perubahan sosial. Seorang sociopreneur merupakan entrepreneur yang melakukan kegiatan bisnisnya dengan tujuan memperdayakan lingkungan. Mungkin seperti itulah yang diharapkan ITB Kalla dalam kerja sama ini,” ungkap Maskur.

Sejak Agustus 2020 hingga kini, jumlah UMKM yang terbantu oleh ACT melalui Global Wakaf sekitar 10.000. Mereka mendapatkan dana modal bergulir.

Adapun modal dalam bentuk aset usaha berjumlah sekitar 200 penerima. Sedangkan untuk UMKM yang di bantu dengan uang tunai sebanyak 5.500 penerima.

Program ini telah di kolaborasikan dengan sejumlah Pemerintah Provinsi di Indonesia dan Kementerian koperasi UMKM. (rls/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button