Trending

Makin Memanas! Iran Tegaskan Perang dengan Israel Dimulai

Iran Klaim Israel Telah Membunuh Ilmuwan Nuklir

“Iran di salahkan atas terorisme. Tetapi tidak ada teroris yang baik atau buruk. Seluruh krisis di kawasan ini adalah kesalahan Israel,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dilansir dari Daily Mail, Minggu (03/10/21).

INTERNASIONAL, NEWSURBAN.ID — Iran kembali memulai tabuh genderang perang dengan Israel. Hal ini di sampaikan langsung juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh membuat pernyataan di surat kabar lokal Iran.

Maariv sebelum melanjutkan menyalahkan berbagai konflik di Timur Tengah di sebabkan oleh Israel.

Saeed Khatibzadeh mengklaim bahwa Israel telah membunuh ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh dan merugikan rakyat Iran.

“Iran di salahkan atas terorisme. Tetapi tidak ada teroris yang baik atau buruk. Seluruh krisis di kawasan ini adalah kesalahan Israel,” katanya, dilansir dari Daily Mail, Minggu (03/10/21).

Komentarnya datang hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett meminta masyarakat internasional untuk mendukung negara Zionis tersebut dalam menghadapi perang dengan Iran atas program nuklir mereka.

Baca juga: Konflik Israel-Palestina, JK: Saat Ini Peran Indonesia Adalah 4D

Dalam pidato perdananya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Naftali Bennett mengatakan Iran telah melanggar semua ‘garis merah’ yang bertujuan untuk mengekang program senjata nuklir negara dengan mayoritas Syiah tersebut.

“Israel tidak akan membiarkan Teheran untuk mendapatkan bom nuklir itu,” kata Naftali Bennett.

Setelah mengklaim bahwa perang Iran-Israel sudah berlangsung, juru bicara Iran menambahkan bahwa Israel telah melakukan segalanya dalam upaya untuk menggagalkan pembicaraan nuklir dengan PBB di Wina, Austria.

Iran juga menuduh Israel sedang berusaha untuk menimbulkan perang besar antara Iran dan kekuatan dunia.

“Israel sangat telah merugikan warga sipil Iran dan sistem penelitian kami,” tambah Saeed Khatibzadeh.

“Mereka berbicara tentang ancaman nuklir Iran, tetapi Israel memiliki ratusan bom, dan tidak pernah menandatangani perjanjian non-proliferasi untuk senjata nuklir,” tambahnya.

Baca juga: Korban di Gaza Terus Bertambah Akibat Gempuran Beruntun Israel

Sementara itu, Naftali Bennett secara terbuka mengecam rencana Iran untuk kawasan itu dan berdiri teguh menentang pengembangan program nuklir Iran. Yang di yakini Israel sedang mengarah pada pengembangan hulu ledak.

“Tujuan besar Iran sangat jelas bagi siapa saja yang peduli untuk membuka mata mereka. Iran berusaha untuk mendominasi kawasan dan berusaha untuk melakukannya di bawah payung nuklir,” kata Naftali Bennett pada Senin, 27 September 2021 lalu.

Dia menyebut presiden baru Iran, Ebrahim Raisi dengan julukan “penjagal Teheran” atas peran masa lalunya dalam menekan perbedaan pendapat politik.

Tak hanya itu, Naftali Bennett juga menuduh Iran telah mempersenjatai, mendanai, dan melatih musuh-musuh Israel di seluruh kawasan Timur Tengah

Dia juga menyarankan bahwa campur tangan Iran telah membawa bencana ke negara-negara Timur Tengah seperti Lebanon, Suriah, dan Yaman. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button