Trending

Buronan Kejaksaan Sekdes Tondong Menyerahkan Diri

Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa Tondong Bone

Buronan Kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi dana desa, Sekretaris Desa Tondong akhirnya menyerahkan diri. Kini, ia mendekam dalam tahanan bersaua dua tersangka lain.

BONE, NEWSURBAN.ID – Buronan Kejaksaan, MY (M Yusuf Sekdes Desa Tondong) akhirnya pasrah dan menyerahkan diri. Tersangka kasus dugaan korupsi dana desa itu menyerahkan diri di Kantor Kejaksaan Negeri Watampone Cabang Lappariaja Selasa 5 Oktober 2021.

Sebelumnya, MY mask dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan kejaksaan sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Baca Juga: Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Tondong Bone

MY ini, merupakan salah satu tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Ardi Selaku Kepala Desa Tondong dan Abdul Kadir Kaur Keuangan Desa Tondong. Berdasarkan pemeriksaan dan hasil audit inspektorat Bone, kuat dugaan merek bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2017-2018.

Sebelumnya, dua tersangka lainnya yaitu Ardi dan Abdul Kadir telah di tahan, Kamis 30 September 2021, setelah pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan Negeri Bone.

Baca Juga: Peternak Sapi Laporkan Oknum Polisi ke Propam

Kepala Kejaksaan Negeri Lappariaja Arifuddin Achmad saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Ia benar tersangka menyerahkan diri Kantor Kejaksaan Negeri Cabang Lapri,” pada pukul 20.00 wita ungkapnya, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Polres Bone Tangkap Dua Orang Jaringan Narkoba Internasional

“Saat ini tersangka M Yusuf telah menyerahkan diri dan kita titip di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone,” tambah Arifuddin.

Sebagai informasi, kasus korupsi dana Desa Tondong Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, terkait pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Bangunan (RAB). Pekerjaan itu bergulir pada tahun 2017-2018 dan pihak Kejaksaan memperkirakan merugikan uang Negara senilai Rp330.660.613.

INFO RELEVAN

Sebelumnya, Kepala Cabang Kejaksaan Lappariaja Arifuddin Achmad mengatakan telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa Tondong. Dua dari mereka telah mendekam dalam tahanan. Sementara satu orang melarikan diri (buron).

Ketiga tersangka kasus tersebut terdiri dari Kepala Desa Tondong AR, Kaur Keuangan Desa Tondong AK. Dan Sekretaris Desa Tondong MY.

Dua dari tiga tersangka, AR dan AK telah mendakam dalam tahanan. Sementara MY buron.

Sebelumnya, tersangka AR sempat menang pada Praperadilan. Namun, sang Kepala Desa Tondong itu, kembali menjadi tersangka oleh Cabjari Lapri, Kejari Bone.

Namun, kejaksaan akhirnya menjemput paksa AR yang masih menjabat Kepala Desa Tondong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kasus yang menjerat AR sebagai tersangka adalah dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Tahun 2017 hingga 2018. Ia tersangung masalahpekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Bangunan (RAB).

“Tersangka AR selaku Kepala Desa Tondong dan AK selaku Kaur Keuangan Desa Tondong berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lapariaja,” ujarnya Senin (4/10/2021).

Yang mana Nomor : Print-06/P4.14.8/ Fd.1/09/2021 tanggal 7 September 2021 dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi pada pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Tondong.
Audit Inspektorat Bone

Berdasarkan hasil inspektorat Kabupaten Bone, proyek yang dananya dari Dana Desa Tondong tersebut menimbulkan kerugian negara.

“Berdasarkan audit Inspektorat Kabupaten Bone, ada kerugian Negara sekitar Rp330.660.613 atas pekerjaan yang tidak sesuai RAB tersebut,” kata Arifuddin.

Setelah penyelidikan, pihak Kejaksaan meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan penahanan tiga tersangka. Kejaksaan menahan tersangka selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Penahanan terhitung mulai 30 September hingga 19 Oktober 2021.

Namun, satu dari tiga tersangka yakni MY kabur dan menjadi daftar pencarian orang atau DPO.

(fan/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button