Trending

Ketua KONI Nunukan 2021-2025: Tiga Calon Bersaing

Tim Penjaringan Sudah Verifikasi Administrasi

Ketua KONI (Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia) Nunukan periode 2021-2025 bakal ada tiga nama yang bersaing ketat. Ketiganya telah lolos verfikasi administrasi oleh tim penjaringan calon Ketua KONI Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon KONI Nunukan telah menyelesaikan proses verifikasi berkas, Rabu (06/10/2021). Pelaksanaan verifikasi berkas bertempat di Kantor KONI Nunukan, Jalan Iskandar Muda, Stadion Sei Bilal.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan bakal calon Ketua KONI Nunukan, Rahmansyah mengatakan, menyebut ada pendaftar yang telah lolos verifikasi administrasi. Mereka adalah Samran Nur Alim,
H Makinun Amin, dan Kadri Silawane.

Tiga nama ini, berasal dari jajaran internal pengurus aktif KONI Kabupaten Nunukan Periode 2017-2021.

“Tadi siang, kami telah melakukan penetapan bakal calon sesuai jadwal. Namun hasil penetapan ini akan kita umumkan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab),” jelas Rahmansyah.

Untuk Musorkab KONI Nunukan, rencana pelaksanaannya pada akhir Oktober ini. Menurut Rahmansyah, kepastian tanggal masih menunggu informasi resmi dari KONI Kaltara yang saat ini masih berkonsentrasi di PON XX Papua.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pendaftaran bakal calon telah mulai sejak awal September lalu. Tim Penjaringan dan Penyaringan, kemudian menggelar verifikasi berkas persyaratan administrasi dan penetapan bakal calon pada 4 dan 5 Oktober 2021.

Tim Penjaringan dan Penyaringan terdiri dari 5 orang. Mereka berasal dari unsur pengurus KONI dan Perwakilan Cabang Olahraga (Cabor).

Syarat Wajib

Bagi calon ketua KONI Nunukan 2021-2025, Ia mengatakan, kandidat wajib memiliki sejumlah syarat. Di antaranya, bakal calon wajib mendapatkan rekomendasi minimal 25 persen dari total jumlah Cabor di bawah naungan KONI Nunukan. Selain itu, bakal calon juga harus menyertakan surat pernyataan kesiapan untuk memberikan penuh waktu untuk KONI Nunukan.

“Tugas tim penjaringan dan penyaringan adalah menyelesaikan tahapan verifikasi. Dan kami juga berkewajiban menyampaikan informasi ini kepada publik sebagai bentuk transparansi,” tegas Rahmansyah.

Jumlah Cabor yang saat ini tercatat sebagai pemilik suara dengan dasar Surat Keputusan (SK) Kepengurusan yang masih aktif, sebanyak 20. Tim Penjaringan dan Penyaringan menyatakan 20 Cabor tersebut sah dalam memberikan surat dukungan kepada bakal calon.

Selanjutnya, Rahmansyah menjelaskan, Cabor-Cabor yang saat ini hanya memegang rekomendasi dari KONI Kabupaten untuk kepengurusan, masih memiliki waktu. Menunggu SK definitif sebelum hari pelaksanaan Musorkab untuk mendapatkan Hak Suara dan Hak berbicara dalam acara tersebut. (rls/ad)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button