Trending

Wabup Gowa Harap Aplikasi Lapor Korupsi Minimalisir Tipikor di Sulsel

Launching Aplikasi Lapor Korupsi

“Tentu Pemerintah Kabupaten Gowa sangat mendukung launchingnya Aplikasi ini. Terlebih lagi bisa di akses oleh masyarakat dengan mendownloadnya. Sehingga akan membantu pemerintah dalam hal pengawasan dan pencegahan serta memberikan kontribusi dalam meminimalisir terjadinya korupsi,” jelas Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni.

GOWA, NEWSURBAN.ID — Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menghadiri launching Aplikasi Lapor Korupsi dan penandatangan perjanjian kerjasama program perubahan “Optimalisasi Pengawasan Tipikor Melalui Kebijakan dan Sistem Terintegrasi menuju Provinsi Sulsel Bebas dari Korupsi” di Hotel Claro Makassar, Kamis (07/10/21).

Sekadar di ketahui kehadiran aplikasi Lapor Korupsi tersebut merupakan proyek perubahan dari Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri.

Abd. Rauf pun menyambut baik aplikasi tersebut. Menurutnya, aplikasi ini dapat dijadikan sebagai pengawasan yang lebih baik khususnya pada kejahatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca juga: Plt Gubernur Sulsel Dukung Polda Siapkan Aplikasi Pengaduan Tipikor

“Tentu Pemerintah Kabupaten Gowa sangat mendukung launchingnya Aplikasi ini. Terlebih lagi bisa di akses oleh masyarakat dengan mendownloadnya. Sehingga akan membantu pemerintah dalam hal pengawasan dan pencegahan serta memberikan kontribusi dalam meminimalisir terjadinya korupsi,” jelasnya

Ia berharap melalui aplikasi dari proyek perubahan Kombes Pol Widoni ini akan membawa pada hal yang positulif dan Sulawesi Selatan dan Kabupaten Gowa secara khusus bisa terbebas dari korupsi.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengaku aplikasi ini telah tersedia di Google Play atau Play Store. Nantinya akan mendukung tugas kepolisian, memonitor tindak pidana korupsi, dan masyarakat bisa melakukan pengawasan. Tentunya akan di respon cepat jika terdapat laporan yang masuk.

“Aplikasi ini nantinya akan mengoptimalkan pengawasan tindak pidana korupsi, dengan cara di buatnya kebijakan pendukung yang mengikat dan kolaboratif. Jadi tentu masyarakat bisa mengakses ini dengan mengikuti format yang ada dalam aplikasi,” jelasnya.

Baca juga: Panitia Lelang Pemrov Sulsel Kembalikan Uang Suap, Djusman AR: Itu Pengakuan Adanya Tipikor

Hal yang sama di ungkapkan, Kepala Kepolisan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam. Ia mengatakan tingginya tindak pidana korupsi berdampak kepercayaan kepada aparat penegak hukum. Sehingga di butuhkan perhatian khusus dalam memberikan pencegahan terhadap penangangan korupsi salah satunya melalui Aplikasi ini.

“Kita telah melakukan beberapa langkah antisipasi seperti penyuluhan, kerjasama, lintas sektoral, peneribatan aturan dan penindakan hukum Tipikor namun korupsi di negara kita masih kerap terjadi,” katanya.

Ia mengaku, di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan periode tahun 2020. Tercatat Kasus Tipikor yang di tangani penyidik jajaran Polda Sulawesi Selatan sebanyak 59 kasus. Total kerugian negara sebesar Rp 105 Miliar lebih. Sementara data korupsi pada tahun 2021 Periode Januari-September 2021 sebanyak 57 Perkara dengan jumlah kerugian negara sebesar 47 Miliar lebih.

Baca juga:  Korupsi Bansos Di duga Capai Rp100 T, Ketua IDI: Jika Benar, Tipikor Adalah Pandemi Nyata

“Data ini menunjukkan bahwa perbandingan kasus korupsi tahun 2020 dan 2021 terjadi penurunan angka. Sebanyak 2 kasus yang berdampak pula pada penurunan angka kerugian negara. Ini akibat adanya peningkatan penyelamatan kerugian negara pada tahun 2020 sebesar Rp 15 Miliar lebih dan di tahun 2021 sebesar 27 Miliar lebih,” urai Kapolda Sulsel.

Olehnya itu, ia berharap melalui aplikasi ini yang merupakan pertama kali di buat di jajaran Polda. Untu memberikan kontribusi dalam meminimalisir terjadinya korupsi dan bisa di ikuti jajaran polda se-Indonesia.

“Ini wujud komitemen bersama dalam meminimalisir dan penanganan kasus terintegrasi guna memberikan kemudahan kepada penyidik,” jelasnya.

Pada Launcing tersebut, turut di hadiri Forkopimda Sulsel, Walikota Makassar, Bupati Maros dan di ikuti secara virtual oleh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulsel. (NH/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button