Trending

Ayah Terduga Perkosa 3 Anaknya di Luwu Timur Akan Lapor Balik

Ayah Terduga Perkosa Anaknya: Ini adalah fitnah!

“Kalau menurut saya apa yang di tuduhkan kepada saya itu tidak pernah terjadi. Hal-hal demikian tidak masuk akal. Itu mungkin dia sakit hati atau apa. Karena sempat dia melihat saya video call dengan calon istri,” kata Sang Ayah terduga Perkosa tiga anaknya.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Ayah diduga melakukan tindakan asusila kepada tiga orang anaknya sendiri akan melapor balik. Pelaporan dia akan layankan setelah artikel Projectmultatuli.org dengan judul “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan” terbit Rabu 6 Oktober 2021, menjadi trending topik di Twitter Indonesia.

Ayah tiga anak itu terduga melakukan tindakan pemerkosaan dikutip lutimterkini, Jumat (08/10/21). berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dan membantah atas tudingan selama ini yang beredar.

“Saya lapor balik karena saya mengaggap ini adalah fitnah dan mencemarkan nama baik saya,” ucapnya.

Menurutnya, tuduhan selama yang kini beredar tidak pernah terjadi. “Kalau menurut saya apa yang di tuduhkan kepada saya itu tidak pernah terjadi. Hal-hal demikian tidak masuk akal. Itu mungkin dia sakit hati atau apa. Karena sempat dia melihat saya video call dengan calon istri,” katanya.

Baca juga: “Tiga Anak Saya Diperkosa, Polisi Menghentikan Penyelidikan” Viral di Twitter

Lanjutnya, tiga hari setelah video call itu. Sang Ibu tiga anak ini langsung melaporkan ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan. Padahal hubungan bapak dengan anak-anak selama ini terjalin sangat bagus. Dan anaknya sering, katanya, sering main di kantornya.

“Mamanya sendiri yang biasa suruh jemput di sekolah. Kalau pulang sekolah anak pertama saya di jemput di sekolahnya. Saat itu anak saya yang pertama berumur 8 tahun dan baru kelas 2 SD.”

Bahkan, ia mengaku telah menempuh agar hak asuh anak mereka melalui pengadilan agama. Pasca bercerai dengan sang Ibu.

“Memang saya tak pernah lagi bertemu dengan anak-anak. Karena takutnya di buatkan masalah baru yang berujung pada fitnah. Kalau tidak salah sempat lihat anak-anak sewaktu mereka di bawa ke Rumh sakit Bhayangkara menjalani visum,” sambungnya.

Baca juga: Penjelasan Kapolres Luwu Timur Diberhentikan Kasus Dugaan Pemerkosaan

Ia mengatakan bahwa sebagai seorang ayah, tetap memperhatikan kebutuhan dan biaya hidup ketiga anaknya.

“Setiap bulan saya transfer uang untuk biaya anak-anak ke rekening mantan Istri. Bahkan sebelum saya transfer, saya tanyakan dulu ke pihak bank untuk memastikan rekening mantan istri saya masih aktif,” bebernya.

Sang ayah dugaan melakukan tindakan asusilan ini kepada anaknya berpesan agar kasusnya bisa selesai secara hukum melalui institusi berwenang menanganinya.

“Saya percayakan kasus ini bisa tuntas. Tanpa muncul fitnah baru yang merusak nama baik seseorang, termasuk nama baik saya,” akunya.

Cerita Sang Ibu Tiga Anaknya Diperkosa

Melalui laporan Project Multatuli mengungkapkan dugaan pemerkosaan ini terungkap pada Oktober 2019. Kala itu, sang ibu mendengarkan cerita anak sulungnya yang sakit di bagian vaginanya. Sang ibu lalu minta si anak cerita apa yang terjadi. Sang Ibu spontan kaget setelah si anak sulung bicara bahwa ayahnya sudah melakukan tindakan asusila kepadanya.

Sang ibu mengklarifikasi pengakuan si sulung ke dua anak lainnya. Ternyata kedua anaknya itu juga dapat perlakukan asusila di lakukan ayahnya. Walaupun sang ibu dan sang ayah itu sudah berpisah, tapi sang ayah kerap mendatangi ketiga anaknya selepas pulang sekolah. Nah, ketiga anaknya diperkosa, langsung sang ibu melaporkan ke polisi.

“Lydia (sang ibu-bukan nama sebenarnya) melaporkan mantan suaminya untuk dugaan pemerkosaan pada tiga anaknya yang masih di bawah usia 10 tahun. Mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, dan Polres Luwu Timur. Berharap mendapat perlindungan,” tulis Project Multatuli kutip Kamis 7 Oktober 2021.

Baca juga: AJI Kecam Polres Luwu Timur Labeli Hoaks Karya Jurnalistik Projectmultatuli.org

Ternyata laporannya ke dua lembaga itu tidak cukup memuaskan. Malah sang ibu di tuding mengalami gangguan kesehatan mental.

Proses penyidikan laporannya berbelit dan tidak di dampingi kuasa hukum. Ketiga anaknya saat di periksa juga tidak di dampingi penasehat hukum atau psikolog.

Parahnya lagi, sang ibu mengaku di paksa menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). Tapi melarang membaca BAP tersebut.

“Saya bilang nanti saya tanda tangan setelah ini di lanjutkan. Tapi penyidik memaksa saya, dan saya ikut tanda tangan. Karena sudah siang dan saya mau pulan untuk buat makanan anak-anak,” ujar si ibu.

Belakangan Polisi justru menghentikan proses penyelidikan. Namun, Lydia tidak berhenti berjuang. Ia ke Makassar, bertemu LBH Makassar yang segera menyurati banyak lembaga agar kasus di investigasi lagi. Komnas Perempuan pun merespon.

Atas artikel yang di terbitkan Projectmultatuli.org dengan judul “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan” mencatat adanya serangan DDos. Hal itu terjadi pada Rabu, 6 Oktober 2021 pulul 18.00 WIB.

Baca juga: Polisi Dinilai Tidak Proaktif dalam Kasus Dugaan 3 Anak Diperkosa di Luwu Timur

Semula tim IT Project Multatuli mengira hal tersebut terjadi karena masalah kapasitas server yang tidak memadai. Namun pada Kamis pagi 7 Oktober baru di ketahui ada serangan DDos terhadap website Projectmultatuli.org.

Peretasan tersebut di ketahui ketika netizen tidak bisa mengakses serial laporan #PercumaLaporPolisi dengan judul berita “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan” yang tayang sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Sedangkan pukul 16.30 WIB, tim media sosial Project Multatuli membagikan konten sosial media di Instagram lalu di susul publikasi konten di twitter pada pukul 19.00 WIB. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button